Berita

Jalur pendakian menuju ladang ganja di Gayo Lues, Aceh. (Foto: RMOL/Pondra Irawan)

Presisi

Modus Penjualan Ganja di Aceh: Dihanyutkan Lewat Aliran Sungai

KAMIS, 20 NOVEMBER 2025 | 01:48 WIB | LAPORAN: PONDRA IRAWAN

Beragam cara dilakukan pelaku kejahatan untuk mendistribusikan narkoba jenis ganja. Salah satunya modus baru dengan menghanyutkan ganja lewat aliran sungai.

Hal ini terungkap saat Direktorat Tindak Pidana (Dittipidnarkoba) Narkoba Bareskrim Polri melakukan penggerebekan ladang ganja seluas 51,75 hektare di Gayo Lues, Aceh. Ladang ganja itu tersebar di 26 Titik yang berada di tiga kecamatan.

Kasubdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Handik Zusen mengatakan pemilik ladang ganja awalnya mengemas ganja yang dipesan dan disimpan di semak-semak.


"Modus pelaku menurunkan ganja adalah setelah panen kemudian dijemur setelah itu dipacking per karung dan disimpan di semak-semak yang berdekatan dengan aliran sungai," kata Handik kepada wartawan, Rabu 19 November 2025.

Menurut Handik, apabila ada pemesanan, ganja yang telah dipacking tersebut kemudian dihanyutkan melalui aliran sungai.

"Kemudian ditampung oleh kurir yang sudah menunggu (di aliran sungai). Setelah itu dipacking per kilo dan siap untuk diantarkan," kata Handik.

Handik menjelaskan, pola ini dilakukan Hal ini lantaran lokasi ladang ganja berada di perbukitan dengan jalur yang terjal sehingga menyulitkan jika diturunkan melalui darat.

Dari pengungkapan tersebut, Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, berhasil mengamankan sebanyak 1.987.200 batang pohon ganja dengan berat total sebesar 388,14 ton. Apabila dikonversi menjadi ganja kering dengan persentase 40 persen dari berat ganja dalam bentuk pohon (basah)  sebesar 155,2 ton.

Dari jumlah tersebut, berdasarkan estimasi harga ganja di pasaran yakni Rp4 juta per kilogram, total estimasi harga dari barang bukti yang berhasil diamankan adalah sebesar Rp621.024.000.000.

Dari pengungkapan ini, Dittipidnarkoba Bareskrim Polri berhasil menyelamatkan potensi jiwa menjadi korban narkoba sebanyak 465.768.000 jiwa.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya