Berita

Ilustrasi. (Foto: ANTARA/Irfan Sumanjaya)

Nusantara

Warga Diminta Waspada Potensi Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru

RABU, 19 NOVEMBER 2025 | 22:18 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Luncuran awan panas Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang sejak pukul 14.30 WIB dilaporkan sudah berhenti sejak pukul 18.11 WIB, Rabu, 19 November 2025. 

Luncuran awan panas tersebut pertama kali dilaporkan pos pantau Gunung Sawur dan dikonfirmasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). 

PVMBG melaporkan terjadi peningkatan gempa guguran dan berkorelasi dengan pengamatan visual. Hal itu teramati bahwa kejadian guguran lava pijar semakin intensif terjadi ke arah Besuk Kobokan. 
 

 
Sebelumnya, awan panas meluncur dari puncak kawah Gunung Semeru. Luncuran awan panas Gunung Semeru dilaporkan sudah mencapai jarak 14 kilometer dari puncak kawah.
 
Berdasarkan informasi yang diperoleh RMOL, Polsek dan Koramil Candipuro telah melaksanakan penutupan jalur menuju jembatan Gladak Perak pada pukul 17.00 WIB. 

Pada pukul 17.35 terjadi hujan lebat di sekitar jembatan Gladak Perak yang menyebabkan status aktivitas dari Siaga menjadi Awas.  

Pada pukul 18.34 WIB termonitor dari jembatan Gladak Perak terjadi banjir lahar dingin. Sejumlah warga sudah diungsikan di 8 pos pengungsian.   

Jumlah letusan hingga pukul 18.30 WIB tercatat sebanyak 7 kali dengan amplitudo 10-20 mm dalam durasi 84-160 detik.

Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan dan dalam radius 20 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar). 

PVMBG mengingatkan dengan tingginya intensitas curah hujan di wilayah Kabupaten Lumajang tidak menutup kemungkinan mengakibatkan banjir lahar dingin over skala yang berdampak jebolnya tanggul di Desa Sumberwuluh dengan membawa material batu dan lumpur. 

Selain itu terjadinya awan panas guguran (APG) susulan dampak dari penumpukan material erupsi harian di Puncak Semeru yang mengarah ke aliran Besuk Kobokan masih sangat berpotensi.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya