Berita

Direktur Democracy and Election Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Politik

Pernyataan Cucun soal MBG Bentuk Ancaman Otoritarianisme Parlemen

SELASA, 18 NOVEMBER 2025 | 16:05 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pernyataan Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak perlu ahli gizi telah menunjukkan sikap otoriter dari fungsi Parlemen.

Direktur Democracy and Election Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati menyampaikan kritik keras terhadap pernyataan kontroversial dari Cucun mengenai MBG.

"Ini mengindikasikan bahwa masalah kompleks negara dapat diselesaikan hanya dengan 'ketok palu', telah memicu gelombang penolakan publik dan krisis kepercayaan," ujar Neni dalam pesan elektronik kepada RMOL di Jakarta, Selasa, 18 November 2025.


Dalam pemantauan DEEP di media sosial, platform X (44 persen), Facebook (48 persen), Instagram (39 persen), dan Youtube (5 persen) menunjukkan sentimen negatif yang cukup tinggi terhadap pernyataan Cucun. 

"Meskipun di platform Tiktok menunjukkan sentimen positif tinggi (75 persen) karena produksi konten popular positif seperti penyampaian permohonan maaf," urai Neni.

"Polarisasi yang tajam ini adalah bukti bahwa publik telah mencapai batas toleransi terhadap kesombongan politik dan arogansi kekuasaan," sambungnya.

Lebih lanjut, Neni menilai tingginya sentimen negatif pada Cucun mengonfirmasi bahwa pernyataannya telah mengancam citra politik secara luas dan kredibilitas program MBG yang berbasis pada sains serta kebutuhan rakyat.

"Pernyataan yang meremehkan masyarakat serta menganggap arogan dan menyederhanakan penyelesaian masalah negara menjadi 'tinggal ketok palu' adalah manifestasi paling jelas dari otoritarianisme politik di lembaga legislatif," tandas Neni. 

Sebelumnya, viral di media sosial pernyataan Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal dalam sebuah acara yang belakangan diketahui sebagai konsolidasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG se-Kabupaten Bandung.

Cucun dianggap arogan lantaran ketika seorang ahli gizi menyampaikan masalah dan solusi terkait program MBG. Ahli gizi itu mengusulkan agar BGN bekerja sama dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), termasuk kebutuhan tenaga sanitasi di setiap SPPG MBG.

Namun alih-alih menerima masukan tersebut, Cucun melontarkan sejumlah pernyataan kontroversial. 

"Saya gak suka anak-anak muda arogan kayak gini, mentang-mentang kalian semua dibutuhkan negara kalian bicara undang-undang. Membuat kebijakan itu saya,” tegas Cucun. 

Tak berhenti di situ, politikus PKB ini bahkan menegaskan bahwa profesi ahli gizi tidak lagi diperlukan dalam MBG. Ia menyatakan bakal mengubah penyebutan profesi tersebut.

“Nanti saya akan selesaikan di DPR, ketika sudah rapat di DPR saya ketok kita tidak perlu ahli gizi, tidak perlu Persagi, yang diperlukan adalah satu tenaga yang mengawasi gizi, tidak perlu ahli gizi. Selesai kalian, cocok?" tandas Cucun. 

Namun demikian, Cucun sudah memberikan klarifikasi soal pernyataannya itu. Ia menyebut DPR tengah menjalankan fungsi pengawasan terhadap program MBG. 

“Selama ini sering ada keluhan, baik dari mitra maupun juga semua stakeholder tadi KSPPG (Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) atau ahli gizi sendiri. Kadang-kadang ada KSPPG tidak match dengan mitra itu,” ujar Cucun kepada wartawan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin, 17 November 2025.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya