Berita

Senator Imee Marcos (Foto: AP)

Dunia

Presiden Filipina Marcos Jr Dituduh Kakaknya Pakai Narkoba

SELASA, 18 NOVEMBER 2025 | 15:52 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr dituduh sebagai pengguna narkoba jangka panjang oleh kakak kandungnya sendiri Senator Imee Marcos.

Tuduhan itu muncul di tengah gelombang protes besar-besaran terkait skandal korupsi proyek pengendalian banjir yang tengah mengguncang pemerintahan Marcos.

Imee menuduh sang adik telah lama bergantung pada kokain, yang menurutnya berdampak pada merosotnya kualitas pemerintahan. 


Ia mengklaim kebiasaan tersebut telah menjadi sumber banjir korupsi, kehilangan arah kebijakan, keputusan yang sangat keliru, serta hilangnya akuntabilitas dan keadilan. 

Selain itu, tanpa bukti, Imee turut menuding istri dan anak-anak Marcos Jr terlibat penggunaan narkoba.

Tuduhan tersebut langsung dibantah keras oleh pihak Istana. Juru Bicara Presiden, Undersecretary Claire Castro, menyebut klaim Imee sebagai fitnah lama yang dihidupkan kembali. 

“Ini tuduhan tanpa dasar yang sudah berulang kali dipatahkan,” kata Castro, seperti dikutip dari Al Jazeera, Selasa, 18 November 2025.

Ia juga menyindir bahwa senator tersebut justru mengabaikan isu-isu lain, termasuk kontroversi seputar mantan Presiden Rodrigo Duterte dan putrinya, Wakil Presiden Sara Duterte.

Castro menegaskan bahwa ketika Marcos Jr mencalonkan diri pada 2021, pihak kampanye telah merilis hasil pemeriksaan kesehatan dari rumah sakit swasta dan laboratorium kepolisian nasional yang menunjukkan ia negatif kokain dan metamfetamin. 

“Sen Imee, saya harap Anda membantu penyelidikan yang sedang dilakukan presiden sendiri, bukan justru mengalihkan perhatian publik,” kata Castro.

Tuduhan internal keluarga itu mencuat saat pemerintah sedang menyelidiki skandal korupsi proyek pengendalian banjir, yang disebut merugikan negara hingga 118,5 miliar peso antara 2023?"2025. 

Banyak proyek yang diduga fiktif atau dibangun dengan material di bawah standar, sementara pejabat terkait diduga menerima komisi gelap.

Situasi semakin memanas setelah puluhan ribu warga turun ke jalan pada akhir pekan lalu menuntut akuntabilitas, termasuk dari sekutu politik Marcos. 

Tiga hari demonstrasi yang dipimpin kelompok keagamaan berpengaruh, Iglesia ni Cristo, sempat melumpuhkan sebagian Manila. Di tengah tekanan publik, Marcos berjanji menindak tegas pihak yang terlibat. 

“Mereka akan dipenjara. Tidak ada Natal menyenangkan untuk mereka,” tegasnya.

Namun, hampir 100 hari sejak panel khusus dibentuk, belum ada penangkapan berarti. Survei terbaru Social Weather Stations menunjukkan lebih dari 80 persen warga Metro Manila percaya korupsi makin memburuk di bawah pemerintahan Marcos, menambah berat beban politik yang kini ia hadapi, terlebih setelah tuduhan dari saudara kandungnya sendiri.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya