Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Minyak Turun Setelah Pengiriman di Rusia Normal

SELASA, 18 NOVEMBER 2025 | 10:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia melemah pada Selasa, 18 November 2025, setelah kegiatan pemuatan minyak di pelabuhan Rusia kembali berjalan normal. Sebelumnya, pengiriman sempat terhenti dua hari akibat serangan drone dan rudal Ukraina.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent turun 0,4 persen menjadi 63,92 Dolar AS per barel, sementara harga West Texas Intermediate (WTI) merosot 0,4 persen ke 59,65 Dolar AS per barel.

Dua sumber industri menyebut pelabuhan Novorossiysk sudah kembali memuat minyak pada Minggu. Terminal ini, termasuk fasilitas dekat milik Caspian Pipeline Consortium, menyalurkan sekitar 2,2 juta barel per hari, atau 2 persen suplai global. Penghentian sementara ini sempat membuat harga minyak naik lebih dari 2 persen.


Analis IG, Tony Sycamore, mengatakan penurunan harga terjadi karena “pengiriman di Novorossiysk pulih lebih cepat dari perkiraan.”

Kini pasar kembali fokus pada dampak jangka panjang sanksi Barat terhadap ekspor minyak Rusia. Departemen Keuangan AS menyebut sanksi terhadap Rosneft dan Lukoil sejak Oktober telah menekan pendapatan minyak Moskow dan bisa mengurangi volume ekspor.

ANZ mencatat bahwa minyak Rusia mulai diperdagangkan dengan diskon besar dibanding harga global.

Dari sisi politik, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Presiden AS Donald Trump bersedia menandatangani legislasi sanksi Rusia selama ia tetap memegang wewenang akhir dalam pelaksanaannya. Trump juga mengatakan Partai Republik sedang merancang aturan yang akan menghukum negara mana pun yang berbisnis dengan Rusia, bahkan Iran bisa masuk daftar itu.

Sementara itu, Goldman Sachs memperkirakan harga minyak cenderung melemah hingga 2026 karena pasokan global yang melimpah. Namun, mereka menilai harga Brent bisa menembus 70 Dolar AS per barel pada 2026/2027 jika produksi Rusia turun lebih tajam dari perkiraan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

KPK Tidak Ragu Tetapkan Yaqut Cholil Tersangka

Kamis, 08 Januari 2026 | 20:04

KPK Ultimatum Kader PDIP Nyumarno Hadiri Pemeriksaan

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:47

Wanita Ditembak Mati Agen ICE, Protes Meluas

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:43

Pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi Aria Dwi Nugraha Dicecar soal Aliran Uang Suap

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:31

Kader PDIP Nyumarno Mangkir dari Panggilan KPK

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:25

Akademisi UGM Dorong Penguatan Mata Kuliah Ekonomika Koperasi

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:19

Arab Saudi Klaim Pemimpin Separatis Yaman Selatan Melarikan Diri Lewat Somaliland

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:15

Presiden Prabowo Beri Penghargaan Ketua Umum GP Ansor

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:50

Istri Wawalkot Bandung Menangis di Sidang Praperadilan

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:45

Rizki Juniansyah Ngaku Tak Tahu Bakal Naik Pangkat Jadi Kapten TNI

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:32

Selengkapnya