Berita

Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Dunia

Kemlu Tanggapi Isu Pesawat Misterius Pembawa Pengungsi Gaza Menuju RI

SELASA, 18 NOVEMBER 2025 | 09:43 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah RI hingga kini belum menerima informasi resmi terkait isu pesawat misterius yang membawa 153 warga Gaza dari Afrika Selatan dan disebut-sebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara tujuan. 

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir dalam keterangan di Jakarta, seperti dikutip redaksi pada Selasa, 18 November 2025.

Menanggapi pertanyaan mengenai kabar bahwa Indonesia menjadi negara tujuan para pengungsi tersebut, Arrmanatha menegaskan pemerintah belum memiliki kejelasan apa pun. 


“Ya kita kan sampai saat ini belum tahu bagaimana pengaturan ini semua. Tentunya kita sampai saat ini belum mendapat informasi secara resmi, detail mengenai orang-orang yang katanya ingin ke Afrika Selatan, ke beberapa lagi negara,” ujarnya kepada awak media.

Arrmanatha menjelaskan bahwa sejauh ini pemerintah baru menerima laporan-laporan tidak resmi mengenai keberadaan sejumlah kelompok pengungsi Gaza di Bangladesh dan beberapa negara lain. Karena itu, Kemlu masih menunggu kejelasan. 

“Tapi ini semua kan kita belum mendapatkan informasi resmi,” tegasnya.

Terkait kemungkinan penerimaan pengungsi Gaza di Indonesia, Arrmanatha menyampaikan bahwa mekanismenya belum dibahas secara rinci. 

“Kita menunggu, seperti yang disampaikan Bapak Presiden, kita siap menerima apabila itu merupakan permintaan dari pemerintah Palestina dan juga disetujui oleh negara-negara kawasan,” jelasnya.

Isu mengenai pesawat misterius pembawa 153 warga Gaza ke Afrika Selatan mencuat setelah pesawat itu mendarat di Bandara OR Tambo dan ditahan selama sekitar 12 jam karena para penumpangnya tidak memiliki dokumen resmi. 

Pemerintah Afrika Selatan mengaku tidak mengetahui kedatangan mereka, sementara penyelidikan awal menunjukkan bahwa perjalanan tersebut difasilitasi oleh organisasi bernama Al-Majd Europe, yang diduga bertindak tidak transparan dan memanfaatkan kondisi darurat warga Gaza.

Dugaan keterlibatan Israel dalam proses pemindahan ini juga mengemuka. Aktivis Johannesburg, Na’eem Jeenah, menduga kuat Israel membantu memfasilitasi pemindahan warga Gaza melalui perlintasan Karem Abu Salem (Kerem Shalom), sebelum membawa mereka ke Bandara Ramon untuk kemudian diterbangkan ke Nairobi dan Johannesburg.

Kejanggalan lain ditemukan dalam dokumen perjalanan para penumpang. Aktivis Sarah Oosthuizen mengatakan kepada Middle East Eye bahwa boarding pass para warga Gaza menunjukkan mereka akan dikirim ke berbagai negara berbeda mulai dari India, Malaysia, hingga Indonesia.  

Menurutnya, hal tersebut membuktikan bahwa mereka tidak diberi informasi jelas mengenai tujuan akhir perjalanan.

Setibanya di Afrika Selatan, para penumpang mengaku kehilangan seluruh barang bawaan dan hanya tiba dengan pakaian di badan. Mereka juga tidak menerima makanan maupun air minum selama penerbangan, sementara beberapa mengalami kondisi medis serius, termasuk ibu hamil yang mengalami kontraksi dan seorang anak yang mengalami kejang akibat dehidrasi.

Setelah mendapat tekanan dari kelompok masyarakat sipil, pemerintah Afrika Selatan akhirnya memberikan visa 90 hari dan mengizinkan mereka masuk.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Dubes Najib: Dunia Masuki Era Realisme, Indonesia Harus Bersatu

Rabu, 04 Februari 2026 | 12:10

Purbaya Jamin Tak Intervensi Data BPS

Rabu, 04 Februari 2026 | 12:06

Polisi Bantah Dugaan Rekayasa BAP di Polsek Cilandak

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:58

Omongan dan Tindakan Jokowi Sering Tak Konsisten

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:43

Izin Operasional SMA Siger Lampung Ditolak, Siswa Diminta Pindah Sekolah

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:23

Emas Antam Naik Lagi, Nyaris Rp3 Jutaan per Gram

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:14

Prabowo Janji Keluar dari Board of Peace Jika Terjadi Hal Ini

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:50

MUI Melunak terkait Board of Peace

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:44

Gibran hingga Rano Karno Raih Anugerah Indoposco

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:30

Demokrasi di Tengah Perang Dingin Elite

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:15

Selengkapnya