Berita

Ketua Komisi VII, Saleh Partaonan Daulay. (Foto: TV Parlemen)

Politik

DPR Soroti Minimnya Film Anak di Bioskop

SENIN, 17 NOVEMBER 2025 | 15:01 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Berkurangnya film terkategori untuk anak yang ditayang di bioskop menjadi perhatian Komisi VII DPR.

Hal tersebut dibahas dalam rapat kerja Kementerian Pariwisata dengan Komisi VII DPR di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin, 17 November 2025.

Ketua Komisi VII, Saleh Partaonan Daulay, menilai pemerintah perlu memperjelas pembagian tugas antar-kementerian terkait industri film.


Saleh mencontohkan pengalamannya ketika mengira sebuah film "Pangku" adalah film anak.

Ia mengatakan bahwa film "Pangku" ternyata tidak berkaitan dengan pendidikan anak.

Saleh menilai ada tumpang tindih tugas antar-kementerian dalam pengembangan film nasional. Sehingga, film untuk anak kurang mendapat perhatian.

Ia menegaskan Komisi VII tidak ingin menambah beban Kemenpar, tetapi meminta adanya fasilitas untuk mendorong ekonomi kreatif yang lebih ramah anak.

“Kami ingin sebetulnya ada fasilitasi yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata agar ekonomi kreatifnya muncul berkembang. Nah, mungkin nanti bisa pemerintah menyelesaikannya.” pungkas Saleh.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya