Berita

Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga saat ikut menghantarkan MH (13) salah satu siswa SMPN 19 Tangsel yang ke tempat peristirahatan terakhir (Akun Instagram @pilarsaga_official)

Presisi

Polisi Lakukan Pemeriksaan Terkait Dugaan Perundungan yang Tewaskan Siswa SMPN 19 Tangsel

SENIN, 17 NOVEMBER 2025 | 10:51 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Polisi telah memeriksa sejumlah guru di SMPN 19 Tangerang Selatan (Tangsel) terkait dugaan perundungan atau bullying yang dialami MH, siswa kelas VII, yang berujung meninggal dunia.

Kasie Humas Polres Tangsel, AKP Agil mengatakan, penyidik sudah meminta keterangan dari enam saksi, termasuk guru pengajar. 

Selain guru, penyidik Sat Reskrim Polres Tangsel juga sudah melakukan upaya menemui korban selama proses perawatan.


"Penyidik Sat Reskrim Polres Tangerang selatan sudah melakukan upaya beberapa kali menemui siswa yang bersangkutan didampingi keluarga bersama dengan KPAI dan DisDik serta UPTD PPA Kota Tangsel," kata Agil Agil dalam keterangannya, yang dikutip redaksi di Jakarta, Senin 17 November 2025. 

"Kami sudah beberapa kali melakukan upaya pertemuan dengan siswa yang bersangkutan," tambah Agil.

Ia juga menyampaikan bahwa  pihaknya turut berduka cita dengan kabar meninggalnya siswa tersebut. Polisi akan terus mendalami dugaan bullying yang dialami siswa tersebut sebelum meninggal dunia.

Peristiwa dugaan perundungan ini terjadi pada Senin, 20 Oktober 2025, di ruang kelas SMPN 19 menjelang jam istirahat. MH diduga dipukul menggunakan bangku besi di bagian kepala oleh teman-temannya. Sehari setelahnya, korban mulai mengeluhkan sakit, yang kemudian dilaporkan ke orang tua.

MH sempat dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Tangerang Selatan, namun kondisinya memburuk sehingga dirujuk ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, dan akhirnya meninggal dunia.

Kasus ini masih dalam penyelidikan polisi untuk mengungkap kronologi dan pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya