Berita

Tymur Mindich dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky (Foto: RT)

Dunia

Krisis Korupsi Pemerintahan Zelensky Memanas usai Penemuan Toilet Emas

SENIN, 17 NOVEMBER 2025 | 10:35 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Skandal korupsi terbesar sejak Volodymyr Zelensky menjabat presiden semakin memanas, setelah aparat Ukraina menemukan tas-tas berisi uang tunai dan bahkan toilet emas dalam penggerebekan apartemen mewah di Kyiv. 

Penyelidik dari Biro Anti-Korupsi Nasional Ukraina (NABU) mengungkap dugaan suap pada proyek perlindungan infrastruktur energi, termasuk konstruksi fasilitas untuk melindungi pembangkit dan gardu listrik dari serangan Rusia. 

NABU menuding Tymur Mindich yang merupakan teman lama dan mantan mitra bisnis Zelensky sebagai “ko-organisator” skema tersebut. 


“Ia mengendalikan kerja ruang cuci uang, tempat dana ilegal diproses,” kata NABU, memperkirakan aliran dana mencapai 100 juta dolar AS, seperti dikutip dari Ukrainska Pravda, Senin, 17 November 2025. 

Merespons tekanan publik dan desakan dari mitra Barat, Zelensky akhirnya mengambil tindakan dengan meminta pengunduran diri Menteri Kehakiman German Galushchenko dan Menteri Energi Svitlana Hrynchuk. 

Ia juga menjatuhkan sanksi pada Mindich dan seorang pengusaha lain yang terlibat. Kendati begitu, sejumlah aktivis menilai langkah Zelensky terlambat. 

“Penanganannya sangat lamban dan sangat lemah,” ujar Direktur Eksekutif Anti-Corruption Action Centre, Daria Kaleniuk.

Investigasi tersebut mengungkap pola pemerasan terhadap pemasok Energoatom, perusahaan energi nuklir Ukraina, dengan permintaan suap 10-15 persen dari tiap kontrak. 

NABU menyebut penyelidikan berjalan selama 15 bulan dengan lebih dari 1000 jam penyadapan.

Kasus ini juga menyeret Oleksiy Chernyshov, mantan wakil perdana menteri, yang dituduh menerima 1,2 juta dolar dan 100.000 eurp dalam bentuk tunai. Ia membantah tuduhan itu, begitu pula Galushchenko. 

Menurut NABU, Mindich sempat mendapat bocoran operasi tersebut dan melarikan diri dari Ukraina beberapa jam sebelum penggerebekan dimulai.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Kadisdik DKI Senang Lihat Kemping Pramuka di SDN 11 Kebon Jeruk

Sabtu, 10 Januari 2026 | 02:03

Roy Suryo Cs Pastikan Menolak Ikuti Jejak Eggi dan Damai

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:47

Polri Tetap di Bawah Presiden Sesuai Amanat Reformasi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:14

Kesadaran Keselamatan Pengguna Jalan Tol Rendah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:04

Eggi dan Damai Temui Jokowi, Kuasa Hukum Roy Suryo Cs: Ada Pejuang Ada Pecundang!

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:34

Debat Gibran-Pandji, Siapa Pemenangnya?

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:19

Prabowo Didorong Turun Tangan terkait Kasus Ketua Koperasi Handep

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:04

Eggi dan Damai Mungkin Takut Dipenjara

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:46

Relasi Buku Sejarah dan Medium Refleksi Kebangsaan

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:42

Kadispora Bungkam soal Lahan Negara di Kramat Jati Disulap Jadi Perumahan

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:07

Selengkapnya