Berita

Kapal Tanker Tarala (Foto: Marcel & Ruud Coster)

Dunia

Iran Akui Sita Kapal Tanker Asing di Selat Hormuz

MINGGU, 16 NOVEMBER 2025 | 11:37 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Iran secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka telah menyita sebuah kapal tanker berbendera Kepulauan Marshall bernama Talara, yang tengah berlayar dari Uni Emirat Arab menuju Singapura. 

Pengumuman ini disampaikan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Sabtu, 15 November 2025 waktu setempat seperti dikutip dari kantor berita resmi IRNA

Dalam pernyataannya, IRGC mengatakan kapal tersebut mengangkut 30.000 ton petrokimia. Mereka mengklaim telah memantau pergerakan kapal itu sebelum operasi dilakukan.


“Penyitaan dilakukan setelah adanya perintah pengadilan pada Jumat pagi,” tulis IRGC.

Muatan yang dianggap tidak sah berupa minyak gas bersulfur tinggi yak j bahan bakar untuk kapal dan kendaraan laut menjadi alasan utama intersepsi. 

Menurut laporan Al Jazeera dan BBC, tiga kapal kecil milik IRGC menghalangi perjalanan Talara saat melintas di bagian selatan Selat Hormuz.

“Operasi ini berhasil dilaksanakan sesuai tugas hukum dan untuk menjaga kepentingan serta sumber daya nasional Republik Islam Iran, di bawah perintah otoritas yudisial,” ujar IRGC dalam pernyataan resminya.

Pemilik Talara yang berbasis di Siprus, Columbia Shipmanagement Ltd., menyatakan telah kehilangan kontak dengan kapal tersebut. 

Perusahaan itu mengonfirmasi bahwa mereka mengoperasikan kapal dan muatannya, sembari menunggu perkembangan lebih lanjut dari otoritas terkait.

Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut mereka mengetahui penyitaan tersebut dan sedang memantau secara aktif. 

“Kapal-kapal komersial berhak mendapatkan kebebasan navigasi tanpa hambatan berarti,” kata pejabat CENTCOM seperti dikutip The New York Times.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya