Berita

Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Imam Hartono (Foto: Forjukafi)

Bisnis

BI: Jurnalis adalah Motor Penggerak Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah Global

SABTU, 15 NOVEMBER 2025 | 07:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bank Indonesia (BI) mengambil langkah progresif dalam memajukan ekonomi syariah nasional dengan menjalin kemitraan strategis bersama Forum Jurnalis Wakaf dan Zakat Indonesia (Forjukafi). Kolaborasi ini dirancang untuk mewujudkan ambisi besar Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah terkemuka di dunia pada tahun 2029.

Kerja sama ini diresmikan dalam acara Training of Trainer (ToT) Ekonomi dan Keuangan Syariah 2025 di Jakarta, Jumat 14 November 2025.

Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Imam Hartono, dalam samutannya menyoroti peran sentral Forjukafi dan kaum muda sebagai motor penggerak kemajuan sektor ini.


"Kita jadikan ToT ini sebagai momentum untuk bersama-sama membangun narasi ekonomi syariah yang lebih kuat, lebih dekat dengan masyarakat, dan lebih berdampak nyata bagi kesejahteraan bangsa,” tegas Imam Hartono.

Saat ini, berdasarkan State of Global Islamic Report 2024/2025, Indonesia menduduki peringkat ketiga dalam peta ekonomi syariah global. Pencapaian ini menunjukkan bahwa sektor syariah telah menjadi fondasi penting bagi pembangunan ekonomi. Meskipun demikian, BI menetapkan target yang lebih tinggi: menempati posisi pertama di dunia pada tahun 2029.

"Bank Indonesia juga mengajak Forjukafi untuk lebih mengimplementasikan dan menyebarluaskan sistem ekonomi syariah, agar semakin berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih besar di Indonesia,” tambah Imam, menggarisbawahi pentingnya diseminasi informasi yang efektif.

Forjukafi, sebagai mitra utama, mengemban tugas krusial dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah melalui beberapa fungsi vital, antara lain; meningkatkan volume dan kualitas pemberitaan yang konstruktif tentang ekonomi syariah, menciptakan pemahaman yang lebih baik di kalangan masyarakat, terutama generasi digital. Lalu menyajikan informasi yang kredibel untuk membangun dan menjaga kepercayaan public serta menggerakkan literasi dan edukasi ekonomi syariah melalui komunitas lokal dan pondok pesantren.

Selain itu juga mendorong pertumbuhan permintaan dan konsumsi produk-produk halal buatan dalam negeri dan memaksimalkan fungsi ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf), serta memberdayakan koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Ketua Umum Forjukafi, Wahyu Murayadi, menekankan bahwa pers memiliki kekuatan transformatif. 

"Media memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan. Kami percaya bahwa melalui pemberitaan yang akurat, transparan, dan edukatif, jurnalis dapat meningkatkan literasi ekonomi syariah dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya wakaf, zakat, dan produk halal dalam pembangunan ekonomi Indonesia,” jelas Wahyu.

Melalui sinergi yang kokoh antara pemerintah (BI), media (Forjukafi), dan para pelaku usaha, upaya percepatan ini diharapkan dapat membawa Indonesia pada posisi puncak ekonomi syariah global pada 2029, sekaligus memberikan manfaat yang luas bagi kesejahteraan sosial, ekonomi, dan keberlanjutan bangsa.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Negeri Para Bocil

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:14

DPR Tidak Boleh Hadapi Pendemo dengan Pendekatan Keamanan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:02

Tak Benar Yayasan Syarif Hidayatullah Berkonflik dengan UIN Jakarta

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:45

Desil DTSEN Tak Boleh Merugikan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:34

Beban Kesehatan Karhutla Tembus Rp120 Triliun

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:22

Pejabat Jangan Merasa Sok Tahu Persoalan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:12

Jokowi seperti Gelisah dengan Pernyataan Budi Arie

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:28

Dinas Perumahan Harus Bergerak Cepat Tuntaskan Masalah Warga Taman Rasuna

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:16

Naik Motor dari Indramayu, Konten Kreator Ini Semangat Ikut Demo di DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:00

Polri Kumpulkan Donasi Rp12,6 Miliar untuk NTT

Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:46

Selengkapnya