Berita

Ilustrasi. (Foto: Artificial Intelligence)

Publika

Energi Hijau Jerami

SABTU, 15 NOVEMBER 2025 | 06:00 WIB | OLEH: AHMADIE THAHA

NEGERI kita ini sejatinya bukan kekurangan talenta. Buktinya, lihat saja para peneliti, inventor, dan anak-anak muda yang berani gila-gilaan mengeksperimen. Yang kurang itu, saudara-saudara, adalah stamina mental dan fisik, etos kerja yang menempel seperti lem super, dan resiliensi level Iron Man. 

Thomas Alva Edison, misalnya, pernah jatuh bangun melakukan eksperimen lebih seribu kali sebelum akhirnya menemukan lampu bohlam yang bisa menyalakan dunia. Bayangkan, seribu kali salah sebelum benar! Tapi resiliensi dan kesabarannya bikin bohlam mendatangkan pahala abadi.

Syukurlah, kita punya Ikhlas -- Muhammad Ikhlas Thamrin. Pemuda asal Jonggol Bogor ini berhasil mewujudkan hasil penelitian yang mungkin dulu hanya menumpuk di laci BRIN atau kampus manapun, menjadi produk nyata: Bobibos, bahan bakar nabati siap pakai yang bisa diandalkan sebagai energi hijau alternatif.


Dan ini bukan sekadar drama ilmiah lokal. Bayangkan, dari satu hektare sawah padi yang menghasilkan jerami, Ikhlas bisa mengekstraksi sekitar 3.000 liter bahan bakar berkinerja tinggi, setara dengan bensin RON 98 -- nilai oktan tertinggi yang biasanya hanya dinikmati mobil-mobil premium. 

RON (Research Octane Number) adalah ukuran kemampuan bensin menahan detonasi dini. Semakin tinggi RON, semakin "tenang" mesin bekerja dan semakin efisien. Di dunia yang kian rapuh karena polusi dan emisi karbon, temuan ini penting: menghadirkan bahan bakar rendah emisi dari limbah pertanian, jerami.

Nah, jerami inilah harta karun yang kita kelola. Tidak perlu memaksa masyarakat menanam sesuatu yang aneh-aneh seperti pohon jarak. Sawah biarlah tetap menumbuhkan padi, padi tetap menghasilkan beras. Dan jerami, sisanya? Jangan dibakar seperti selama ini. Mari kita sulap jadi bahan bakar. Caranya? 

Ikhlas punya jawaban nyata: pakai teknologi biochemistry dikawinkan dengan mesin buatan sendiri. Mesin ini bukan beli jadi, tapi dirancang dari nol, diujicoba bertahun-tahun. Dari lima tahap ekstraksi jerami, mesin menghasilkan output bahan bakar nabati berkinerja tinggi. 

Lima tahap itu bukan sekadar angka: itu lima tahapan keuletan, lima tahap kesabaran ilmiah, lima tahap memastikan setiap tetes jerami tersulap jadi energi yang siap menyalakan kendaraan kita tanpa bikin bumi makin panas. Dari jerami yang selama ini difermentasi untuk pakan sapi, mengucur cairan bensin.

Inovasi Bobibos ini membuktikan, Indonesia bisa melakukan dua hal sekaligus: menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya lokal yang melimpah. Dan, kalau semua sawah kita dijadikan potensi produksi bahan bakar hijau, bayangkan miliaran liter Bobibos yang bisa menggantikan bensin konvensional. 

Ini bukan mimpi ilmuwan gila, tapi visi praktis: energi bersih dari padi, bukan dari polusi. Dari Jonggol ke Sabang-Merauke, jerami kita bisa bicara tanpa polusi, dan bicara dalam bahasa mesin, bio-serum, dan RON 98. Jerami bisa menarik ribuan ton mesin di jalan-jalan raya.

Bobibos bukan sekadar bahan bakar. Ia simbol keuletan. Hasil penelitian yang mungkin sudah lama terabaikan bisa jadi revolusi energi kalau disentuh dengan kreativitas, kesabaran ujicoba pantang menyerah, dan mesin lima tahap yang pintar belajar dari alam.

Dunia sedang haus energi bersih, dan Pak Ikhlas datang membawa air -- atau lebih tepatnya Jerami -- yang bisa menyalakan harapan hijau bagi semua.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Pasar Minyak Wait and See Situasi Terkini Hormuz

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:14

Kedekatan dengan Megawati Menguntungkan Pemerintahan Prabowo

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:04

Telur Jatuh di Bawah Harga Impas, BGN Turun Tangan

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:51

Kebakaran Hebat di Kemayoran Ludeskan 250 Rumah

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:38

Video Parade ALF di Perbatasan Aljazair Jadi Sorotan Internasional

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:32

Anies Angkat Topi untuk Dino Patti Djalal: Bukan Diplomat Karbitan

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:31

IHSG Loncat 1,35 Persen, Rupiah Tertekan Pagi Ini di Rp17.888 per Dolar AS

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:26

Iran Ancam Hentikan Negosiasi Jika Israel Terus Serang Lebanon

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:09

Wildan Hakim: Gandengan Tangan Prabowo dan Megawati Peristiwa yang Natural

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:58

GREAT Institute: Shangri-La Dialogue Krusial untuk Navigasi Ketidakpastian Geopolitik

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya