Berita

Anggota Komisi I DPRD Kota Bogor Sugeng Teguh Santoso. (Foto: RMOL/Abdul Rouf Ade Segun)

Politik

Tak Wajar, Anggota DPRD Kota Bogor Laporkan Diri Sendiri ke BK Setelah Didemo

JUMAT, 14 NOVEMBER 2025 | 20:38 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Anggota Komisi I DPRD Kota Bogor Sugeng Teguh Santoso angkat bicara usai didemo puluhan mahasiswa di depan gedung DPRD Kota Bogor pada Rabu, 12 November 2025 lalu.

Dalam demo tersebut, massa dari Garda Revolusi Mahasiswa menuntut kinerja Sugeng yang juga menjabat Sekretaris Fraksi Demokrat Solidaritas Indonesia dievaluasi.

Sugeng mengaku ada di Gedung DPRD Kota Bogor saat demo berlangsung. Namun demikian, ia mengaku tidak mendengar jelas tuntutan massa.


"Mereka tidak eksplisit menyebut siapa. Hanya Komisi I DPRD Kota Bogor. Kemudian ada flayer-flayer bertuliskan 'STS'," kata Sugeng dikonfirmasi Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta, 13 November 2025.

Sugeng baru tahu tuntutan massa setelah membaca rilis yang dibagikan demonstran. Dalam rilis tersebut, tertulis 'Sugeng Teguh Santoso' sebagai pihak yang dituding melakukan penyimpangan dan tidak menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

Sugeng yang juga sebagai Ketua Indonesia Police Watch (IPW) menilai, tuntutan menjadi tidak sehat ketika pendemo tidak berani membuka identitas tuduhan secara langsung.

“Makanya saya bilang, kalau serius adukan ke Badan Kehormatan (BK). Jangan demo hanya untuk menebar bau tidak sedap (isu tidak jelas),” tegasnya.

Sugeng kemudian mengambil langkah yang tidak biasa, yakni dengan mengajukan dirinya sendiri ke Badan Kehormatan DPRD Kota Bogor untuk diperiksa.

"Saya yang kemudian meminta diperiksa secara pribadi. Nah ini kan mungkin belum pernah terjadi karena buat saya, isu tidak boleh beredar di ruang terbuka tanpa harus diselesaikan,” ujarnya.

Soal tudingan bekerja tidak profesional, Sugeng juga membantahnya. 

“Enggak ada satupun fakta yang ditampilkan soal tugas DPRD yang saya langgar. Demo-nya ramai, tapi substansinya kosong. Kalau tuduhan mereka benar, saya siap ditindak," pungkasnya.

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

UPDATE

Surya Paloh: Ramadan Momentum Perkuat Spirit Pengabdian

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:53

Kalender Maret 2026: Tanggal Merah dan Cuti Bersama

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:47

Selain Narkoba, AKBP Didik Terbukti Lakukan Penyimpangan Seksual

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:39

Cara Tukar Uang Baru 2026 di PINTAR BI, Dibuka 26 Februari

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:10

Presiden Prabowo Angkat Prihati Pujowaskito jadi Dirut BPJS Kesehatan

Kamis, 19 Februari 2026 | 20:33

Bareskrim Periksa Admin YouTube Pandji Soal Kasus Toraja

Kamis, 19 Februari 2026 | 20:18

Pegawai Bea Cukai Diultimatum Penuhi Panggilan KPK

Kamis, 19 Februari 2026 | 19:31

Laporan Pemerasan Oknum Peradilan Berpeluang Meningkat

Kamis, 19 Februari 2026 | 19:08

Isu WNI Bergabung dengan Militer Israel Bisa Jadi Bola Liar

Kamis, 19 Februari 2026 | 19:01

Surya Paloh Ajak Tokoh Bangsa Perkuat Silaturahmi di Bulan Ramadan

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:51

Selengkapnya