Berita

Pabrik Rolex. (Foto: Millenarywatches)

Dunia

Industri Swiss Semakin Terancam Kebijakan Tarif Trump

JUMAT, 14 NOVEMBER 2025 | 17:39 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Swiss kembali menghadapi tekanan besar akibat tarif impor Amerika Serikat yang mencapai 39 persen sejak Agustus 2025.

Tarif yang diumumkan Presiden AS Donald Trump itu langsung menekan sektor-sektor ekspor utama Swiss, termasuk industri jam tangan, mesin presisi, cokelat, keju, hingga industri obat-obatan yang selama ini jadi penopang ekonomi.

Pemerintah Swiss menyebut tarif tersebut “mengguncang” prospek ekspor negara itu. 


Data Swissmem seperti dikutip dari Reuters, memproyeksi sektor mekanik dan rekayasa bisa kehilangan hingga 30.000 pekerjaan pada akhir 2026 jika tarif tetap diberlakukan. 

Sementara itu, beberapa perusahaan besar, termasuk Rolex dan Richemont, sudah memberi tahu Trump secara langsung mengenai dampak tarif terhadap bisnis mereka dalam pertemuan pekan lalu.

Sektor jam tangan dan mesin presisi menjadi yang paling terpukul.

Pfiffner, produsen mesin presisi bernilai jutaan Dolar AS mengaku pesanan dari Amerika Serikat runtuh setelah tarif diberlakukan.

“Itu mematikan bisnis apa pun,” kata CEO Pfiffner Andreas Ewald, seraya menyebut tarif membuat produknya 50 persen lebih mahal bagi pembeli AS karena efek nilai tukar.

Sektor makanan olahan juga terpukul, dengan cokelat dan keju masuk daftar produk yang kena tarif. 

Sementara industri farmasi, komoditas ekspor terbesar Swiss, masih aman karena obat-obatan dikecualikan dari tarif.

Namun Trump berulang kali mengancam untuk memasukkan sektor itu dalam putaran tarif berikutnya.

Pemerintah Swiss kini terus melobi Washington untuk menurunkan tarif.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya