Sidang Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI). (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)
Sidang Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI). (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)
Akademisi Universitas 17 Agustus 1945 (UTA '45), Fernando Emas, berpendapat bahwa putusan tersebut mengabaikan ketentuan dalam undang-undang dan sejarah panjang reformasi sektor keamanan di Indonesia.
"Seharusnya MK dalam memutuskan uji materiil terhadap Undang-Undang, harus mendalami dan memahami secara menyeluruh, bukan hanya sekadar mengikuti arus keinginan masyarakat," ujar Fernando dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 14 November 2025.
Populer
Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36
Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15
Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11
Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16
Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33
Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07
Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18
UPDATE
Selasa, 09 Juni 2026 | 12:23
Selasa, 09 Juni 2026 | 12:17
Selasa, 09 Juni 2026 | 12:14
Selasa, 09 Juni 2026 | 12:09
Selasa, 09 Juni 2026 | 12:02
Selasa, 09 Juni 2026 | 11:41
Selasa, 09 Juni 2026 | 11:37
Selasa, 09 Juni 2026 | 11:24
Selasa, 09 Juni 2026 | 11:17
Selasa, 09 Juni 2026 | 10:58