Sidang Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI). (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)
Sidang Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI). (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)
Akademisi Universitas 17 Agustus 1945 (UTA '45), Fernando Emas, berpendapat bahwa putusan tersebut mengabaikan ketentuan dalam undang-undang dan sejarah panjang reformasi sektor keamanan di Indonesia.
"Seharusnya MK dalam memutuskan uji materiil terhadap Undang-Undang, harus mendalami dan memahami secara menyeluruh, bukan hanya sekadar mengikuti arus keinginan masyarakat," ujar Fernando dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 14 November 2025.
Populer
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00
Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12
Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13
Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09
Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30
Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59
UPDATE
Selasa, 19 Mei 2026 | 16:10
Selasa, 19 Mei 2026 | 16:01
Selasa, 19 Mei 2026 | 15:59
Selasa, 19 Mei 2026 | 15:58
Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52
Selasa, 19 Mei 2026 | 15:50
Selasa, 19 Mei 2026 | 15:45
Selasa, 19 Mei 2026 | 15:26
Selasa, 19 Mei 2026 | 15:26
Selasa, 19 Mei 2026 | 15:15