Sidang Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI). (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)
Sidang Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI). (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)
Akademisi Universitas 17 Agustus 1945 (UTA '45), Fernando Emas, berpendapat bahwa putusan tersebut mengabaikan ketentuan dalam undang-undang dan sejarah panjang reformasi sektor keamanan di Indonesia.
"Seharusnya MK dalam memutuskan uji materiil terhadap Undang-Undang, harus mendalami dan memahami secara menyeluruh, bukan hanya sekadar mengikuti arus keinginan masyarakat," ujar Fernando dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 14 November 2025.
Populer
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27
Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20
Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44
Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18
Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39
Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12
UPDATE
Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22
Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11
Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05
Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31
Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17
Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00
Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58
Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55
Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32
Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24