Sidang Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI). (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)
Sidang Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI). (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)
Akademisi Universitas 17 Agustus 1945 (UTA '45), Fernando Emas, berpendapat bahwa putusan tersebut mengabaikan ketentuan dalam undang-undang dan sejarah panjang reformasi sektor keamanan di Indonesia.
"Seharusnya MK dalam memutuskan uji materiil terhadap Undang-Undang, harus mendalami dan memahami secara menyeluruh, bukan hanya sekadar mengikuti arus keinginan masyarakat," ujar Fernando dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 14 November 2025.
Populer
Selasa, 15 September 2026 | 13:16
Kamis, 10 September 2026 | 05:04
Sabtu, 12 September 2026 | 06:08
Minggu, 13 September 2026 | 17:39
Selasa, 15 September 2026 | 09:40
Senin, 14 September 2026 | 21:57
Senin, 14 September 2026 | 17:28
UPDATE
Minggu, 20 September 2026 | 19:41
Minggu, 20 September 2026 | 19:29
Minggu, 20 September 2026 | 18:58
Minggu, 20 September 2026 | 18:48
Minggu, 20 September 2026 | 18:43
Minggu, 20 September 2026 | 18:18
Minggu, 20 September 2026 | 18:06
Minggu, 20 September 2026 | 17:50
Minggu, 20 September 2026 | 17:50
Minggu, 20 September 2026 | 17:28