Sidang Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI). (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)
Sidang Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI). (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)
Akademisi Universitas 17 Agustus 1945 (UTA '45), Fernando Emas, berpendapat bahwa putusan tersebut mengabaikan ketentuan dalam undang-undang dan sejarah panjang reformasi sektor keamanan di Indonesia.
"Seharusnya MK dalam memutuskan uji materiil terhadap Undang-Undang, harus mendalami dan memahami secara menyeluruh, bukan hanya sekadar mengikuti arus keinginan masyarakat," ujar Fernando dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 14 November 2025.
Populer
Senin, 16 Februari 2026 | 12:00
Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12
Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18
Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59
Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17
Senin, 23 Februari 2026 | 01:19
Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19
UPDATE
Kamis, 26 Februari 2026 | 04:10
Kamis, 26 Februari 2026 | 04:08
Kamis, 26 Februari 2026 | 03:25
Kamis, 26 Februari 2026 | 03:11
Kamis, 26 Februari 2026 | 03:01
Kamis, 26 Februari 2026 | 02:34
Kamis, 26 Februari 2026 | 02:11
Kamis, 26 Februari 2026 | 02:00
Kamis, 26 Februari 2026 | 01:25
Kamis, 26 Februari 2026 | 01:23