Sidang Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI). (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)
Sidang Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI). (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)
Akademisi Universitas 17 Agustus 1945 (UTA '45), Fernando Emas, berpendapat bahwa putusan tersebut mengabaikan ketentuan dalam undang-undang dan sejarah panjang reformasi sektor keamanan di Indonesia.
"Seharusnya MK dalam memutuskan uji materiil terhadap Undang-Undang, harus mendalami dan memahami secara menyeluruh, bukan hanya sekadar mengikuti arus keinginan masyarakat," ujar Fernando dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 14 November 2025.
Populer
Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22
Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08
Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26
Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32
Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30
Senin, 22 Juni 2026 | 15:05
Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47
UPDATE
Senin, 29 Juni 2026 | 22:23
Senin, 29 Juni 2026 | 22:06
Senin, 29 Juni 2026 | 21:52
Senin, 29 Juni 2026 | 21:36
Senin, 29 Juni 2026 | 21:34
Senin, 29 Juni 2026 | 21:32
Senin, 29 Juni 2026 | 21:14
Senin, 29 Juni 2026 | 20:44
Senin, 29 Juni 2026 | 20:36
Senin, 29 Juni 2026 | 20:28