Berita

(Kiri-kanan) Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. (Foto: Dok. Kemensos)

Politik

Seskab Teddy: Kebijakan Pemerintah Percuma Tanpa Data Akurat

KAMIS, 13 NOVEMBER 2025 | 19:12 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Integrasi data menjadi kunci penting pemerintah dalam menjalankan setiap kebijakannya. Tanpa data akurat, maka kebijakan pemerintah tidak bisa berjalan efektif.

“Percuma kalau ada kebijakan tapi tidak ada data,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam rapat koordinasi nasional data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN) di Hall Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis, 13 November 2025. 

Teddy menjelaskan, pemerintahan Presiden Prabowo menyatukan seluruh data dari berbagai kementerian/lembaga ke dalam satu DTSEN. Data tersebut kemudian dikumpulkan menjadi satu di Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai acuan bersama. 


DTSEN kini menjadi basis utama kementerian dan lembaga dalam menyalurkan bantuan maupun menjalankan kebijakan strategis sesuai arahan Presiden Prabowo.

"Data itulah yang digunakan pemerintah dan masing-masing kementerian untuk menyalurkan dan melaksanakan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Bapak Presiden," jelas Teddy.

Dalam acara yang sama, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memberikan apresiasi atas dukungan Sekretaris Kabinet Teddy pada acara tersebut.

"Kehadiran Pak Teddy mempertajam pertemuan kita hari ini. Jadi mempertajam apa yang sudah kita rencanakan dan lebih mengetahui detail," jelas Gus Ipul.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi. 

Hadir pula 38 Kepala Dinas Sosial Provinsi, 34 Kepala BPS Provinsi, 34 Kepala Bagian Umum BPS Provinsi, 514 Kepala Dinas Sosial Kabupaten/Kota dan 502 Kepala BPS Kabupaten/ Kota. Hadir pula jajaran para pejabat tinggi, pimpinan tinggi madya dan pratama.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya