Berita

Ilustrasi buah pir Hebei (Foto: Fresh Plaza)

Bisnis

Ekspor Pir Hebei ke Indonesia Kembali Pulih

KAMIS, 13 NOVEMBER 2025 | 12:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ekspor pir segar dari Provinsi Hebei, China, ke Indonesia kembali meningkat setelah izin laboratorium ekspor (COA) diperpanjang pada Agustus 2025. 

Sebelumnya, ekspor sempat terhenti hampir sebulan karena izin tersebut habis masa berlakunya pada Juni. Setelah pemulihan izin, pengiriman ke Indonesia kembali lancar, bahkan disertai kenaikan permintaan dari Asia Tengah dan Timur Tengah.

Namun, di sisi lain, produksi pir Hebei tahun ini turun sekitar 10 persen dibanding tahun lalu. Cuaca buruk membuat banyak buah rusak di permukaan, terutama jenis pir Ya dan Xuehua yang produksinya anjlok hingga 50 persen.


“Harga memang tinggi di awal panen, tetapi perlahan turun seiring berjalannya musim, dan kinerja pasar secara keseluruhan di bawah ekspektasi," kata manajer penjualan Hebei Xionghan Agricultural Products Inc., Li Xixi, dikutip dari Fresh Plaza, Kamis 13 November 2025.

Ia menambahkan, banyak petani kini menahan penjualan dan menyimpan hasil panen mereka di gudang, berharap harga bisa pulih.

Meski pasar domestik melemah, Li optimistis penjualan ekspor tetap stabil. 

“Selama tidak ada perubahan kebijakan mendadak di sektor ekspor, kami yakin penjualan pir segar akan tetap kuat, terutama di pasar Amerika Selatan, Timur Tengah, dan Asia Tengah,” ujarnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya