Berita

Bank Indonesia. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

Undisbursed Loan Meningkat Tajam Cerminkan Lemahnya Permintaan Kredit

KAMIS, 13 NOVEMBER 2025 | 08:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Data terbaru menunjukkan adanya lonjakan signifikan pada undisbursed loan atau fasilitas kredit yang belum ditarik/digunakan nasabah. Hal ini mengindikasikan bahwa lemahnya sisi permintaan kredit masih menjadi tantangan utama bagi perbankan.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Jakarta pada Rabu 12 November 2025 mengungkapkan bahwa nilai undisbursed loan telah meningkat hingga 35 persen.

Meskipun nilai absolut kenaikan tersebut tidak dirinci, Perry Warjiyo menekankan bahwa kenaikan tajam ini disebabkan oleh masih lemahnya sisi permintaan kredit dari nasabah.


"Terutama karena faktor-faktor dari sisi permintaan. Menunjukkan memang permintaan kredit lebih berpengaruh terhadap pertumbuhan kredit ke depan," ujar Perry.

Kondisi ini membuat BI memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan hingga akhir tahun hanya akan mencapai batas bawah kisaran 8-11 persen year-on-year (yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan realisasi akhir 2024 yang mencapai 10,39 persen.

Sebagai perbandingan, pada September 2025, pertumbuhan kredit tercatat masih berada di angka 7,7 persen yoy, dengan total undisbursed loan mencapai Rp2.374,8 triliun atau 22,54 persen dari total plafon kredit yang tersedia.

Undisbursed loan adalah fasilitas kredit yang telah disetujui bank namun belum ditarik atau dicairkan oleh debitur. Lemahnya kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat disebut menjadi faktor utama yang menyebabkan para debitur menunda penarikan fasilitas kredit yang sudah tersedia di bank. 

Dengan kata lain, meskipun bank siap menyalurkan, nasabah belum membutuhkan atau belum berani mengambil dana pinjaman tersebut.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya