Berita

Public Training, pemimpin yang hanya fokus pada angka dan hasil, rentan menciptakan kondisi Lack of Fulfillment dalam tim (Foto: Kubik Leadership)

Bisnis

Hentikan Kerja tanpa Jiwa: Kubik Ungkap Pentingnya Misi Spiritual bagi Pemimpin Korporasi

RABU, 12 NOVEMBER 2025 | 16:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Peran seorang pemimpin (leader) melampaui sekadar target dan pencapaian finansial. Kebutuhan akan kepemimpinan yang mampu memberikan nilai dan makna menjadi esensial di tengah tantangan korporasi modern. 

Menjawab kebutuhan ini, Kubik Leadership memperkenalkan konsep Spiritual Leadership dalam Public Training yang dihadiri ratusan pemimpin korporasi di Jakarta, Rabu 12 November 2025. 

Jamil Azzaini, Co-Founder Kubik Leadership dan Inspirator SuksesMulia, menekankan bahwa pemimpin yang hanya fokus pada angka dan hasil, rentan menciptakan kondisi Lack of Fulfillment dalam tim. Kondisi ini dicirikan oleh kerja tanpa jiwa, stres batin, dan pudarnya integritas.


“Kepemimpinan yang dapat memberikan nilai dan makna dalam pekerjaan bagi tim, merupakan kepemimpinan yang sangat dibutuhkan saat ini,” tegas Jamil Azzaini.

Inti dari Spiritual Leadership adalah kepemimpinan yang didasari oleh panggilan jiwa dan memiliki misi yang diyakini. Bagi seorang Spiritual Leader, motivasi utama bukanlah imbalan eksternal (gaji, jabatan), melainkan kebutuhan internal untuk memberikan makna, nilai, dan kontribusi.

Jamil Azzaini menegaskan bahwa sebagai manusia yang diciptakan untuk memakmurkan bumi, para leader memiliki kewajiban untuk bertindak dengan tujuan yang lebih tinggi.

“Oleh karena itu, para leader wajib memiliki misi kepemimpinan, di mana peran yang perlu kita jalankan untuk membawa manfaat dan meninggalkan jejak kepemimpinan,” ujarnya. 

Misi kepemimpinan ini memastikan bahwa setiap langkah dan keputusan yang diambil tidak hanya menghasilkan keuntungan perusahaan, tetapi juga memberikan dampak positif dan meninggalkan warisan bagi lingkungan sekitar. 

Dengan menjalankan peran ini, pemimpin bisa meraih kehidupan terbaik, yaitu SuksesMulia, di mana pencapaian pribadi digunakan sepenuhnya untuk memberi manfaat.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya