Berita

Keluarga Marsinah mencium foto Marsinah usai mewakilinya menerima gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara, Jakarta, Senin, 10 November 2025 (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Gelar Pahlawan Marsinah Harus Dibarengi Reformasi Kesejahteraan Buruh

SELASA, 11 NOVEMBER 2025 | 15:57 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Gelar pahlawan nasional untuk Marsinah, seorang tokoh perjuangan dan perlawanan buruh disambut positif Sekretaris Bidang Ketenagakerjaan DPP PKS Muhammad Rusdi. 

"Gelar kepahlawanan bagi Marsinah adalah pengakuan dari negara kepada kaum buruh, bahwasanya buruh walaupun dianggap kelompok marginal namun juga telah berkontribusi besar bagi negara," ujar Rusdi saat ditemui di tengah kegiatan Rakernas PKS 2025, Selasa, 11 November 2025.

Penganugerahan gelar ini, lanjut Rusdi, harus diteruskan dengan usaha peningkatan kesejahteraan buruh baik dari sisi perlindungan kerja dan perbaikan kualitas upah yang selama 10 tahun ke belakang mengalami penurunan signifikan.


"PKS berharap penghargaan ini tidak berhenti disini, penghargaan terhadap buruh harus dilanjutkan dengan meningkatkan kesejahteraan buruh yang selama 10 tahun era Jokowi mengalami penurunan signifikan," ungkapnya.

Pemerintah perlu melakukan reformasi jaminan sosial, dimulai dengan mewujudkan kesehatan gratis untuk seluruh rakyat dan menjadikan program cadangan pesangon diwajibkan agar pekerja yang mengalami PHK tidak terkatung-katung.

Marsinah lahir pada 10 April 1969 di Ngunjo, Nganjuk, Jawa Timur. Ia dikenal sebagai buruh pabrik sekaligus aktivis yang vokal memperjuangkan hak-hak pekerja pada awal 1990-an.

Semangatnya mengorganisir buruh dan menuntut pemenuhan upah layak membuat namanya menonjol sebagai salah satu ikon pergerakan buruh Indonesia. 

Kasus penculikan dan pembunuhannya pada Mei 1993 mengguncang publik dan memunculkan kecaman luas dari kelompok prodemokrasi. Hingga kini, Marsinah dikenang sebagai simbol keberanian moral dalam menantang ketidakadilan, meskipun pelaku kematiannya tidak pernah diadili secara tuntas.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya