Berita

Mohamad Guntur Romli (Dokumen pribadi Guntur Romli)

Politik

Tangkapan Layar WA Sekjen PDIP Hasto Soal Soeharto Dipastikan Hoaks

SELASA, 11 NOVEMBER 2025 | 14:27 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memberikan bantahan keras terkait beredarnya tangkapan layar (screenshot) percakapan di grup WhatsApp internal yang mengatasnamakan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto.

Pesan palsu yang beredar itu mengklaim bahwa Hasto menginstruksikan pengurus partai untuk mendorong pihak luar agar menolak pemberian gelar pahlawan kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto.

Politikus PDIP, Mohamad Guntur Romli, dengan tegas membantah kebenaran tangkapan layar tersebut. Ia menegaskan bahwa pesan tersebut adalah hoaks atau tidak benar.


"Soal tangkapan layar yang beredar, siapa pun bisa bikin seperti itu. Itu palsu," tegas Guntur kepada RMOL di Jakarta, Selasa 11 November 2025. 

Menurut Guntur, tujuan penyebaran hoaks ini jelas, yaitu untuk melakukan pembusukan dan mengkambinghitamkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Guntur Romli menambahkan bahwa sikap penolakan terhadap Soeharto di internal PDIP adalah hal yang alami dan tidak memerlukan instruksi dari Sekjen.

"Penolakan terhadap Soeharto itu DNA kader-kader PDI Perjuangan, karena DNA kami melawan kezaliman, pembantaian manusia, KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme), dan bela rakyat kecil. Tidak perlu nunggu instruksi bagi kader-kader PDI Perjuangan untuk menolak Soeharto," pungkasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya