Berita

Ilustrasi Indofarma (Foto: Satukandonesia.com, Inews)

Bisnis

Indofarma Akui Lakukan Perampingan hingga Sempat Tersisa Tiga Karyawan

SELASA, 11 NOVEMBER 2025 | 07:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Emiten farmasi milik negara, PT Indofarma Tbk (INAF) buka suara terkait kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan karyawannya. Manajemen perusahaan menegaskan, perusahaan harus mengambil tindakan yang disebut sebagai bagian dari proses restrukturisasi besar-besaran ini, demi menyelamatkan dan menyehatkan perusahaan.

Langkah PHK dan perampingan ini adalah implementasi dari Rencana Restrukturisasi perusahaan, yang mencakup penataan ulang keuangan dan penyesuaian model bisnis.

Upaya ini adalah tindak lanjut dari putusan pengadilan terkait Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang disahkan pada 15 Agustus 2024 (disebut juga putusan homologasi).


Kabar Indofarma melakukan PHK terhadap ratusan orang karyawan diketahui melalui laporan keuangan kuartal III 2025.

"Pada tanggal 15 September 2025 perseroan telah melaksanakan rightsizing terhadap karyawan dengan jumlah 413 orang, sehingga praktis per tanggal 15 September 2025 jumlah karyawan adalah 3 orang," tulis manajemen Indofarma dalam keterbukaan informasi. 

Manajemen menjelaskan bahwa penyesuaian struktur organisasi ini diperlukan agar perusahaan dapat berjalan lebih efisien di tengah proses restrukturisasi yang sedang berjalan.

Dalam keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dikutip redaksi di Jakarta, Selasa 11 November 2025, Indofarma memastikan bahwa restrukturisasi ini didukung oleh pendanaan baru.

"Dengan dukungan pendanaan tersebut, Indofarma memastikan seluruh kewajiban terkait hak-hak karyawan diselesaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata manajemen dalam keterbukaan informasi BEI. 

Setelah pemangkasan besar, Indofarma tidak stagnan. Perusahaan segera merekrut karyawan baru untuk menjalankan model bisnis terbatas yang disetujui pengadilan.

Pada akhir September 2025, Indofarma merekrut kembali 18 karyawan baru. Sehingga jumlah karyawan saat ini menjadi 21 orang. 

Manajemen menyatakan bahwa penambahan karyawan akan terus dilakukan, namun hanya sesuai dengan kebutuhan operasional yang sudah disesuaikan dengan model bisnis baru Indofarma.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Ketika Seekor Ayam Lebih Berharga dari Nyawa Seorang Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 00:21

Disoal Kader, Pergantian Pengurus AMPI Langgar Aturan Organisasi?

Senin, 27 Juli 2026 | 00:20

Inilah Skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Senin, 27 Juli 2026 | 00:00

Program Pembangunan Prabowo Memperhatikan Aspek Keberlanjutan

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:29

Gaza for Israel Jika Kita Tetap Diam

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:20

‘API’ Jaringan Umat

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:01

Pakar Hukum: Tersangka Korupsi Bisa Ditetapkan Meski Belum Diperiksa

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:45

Kaesang Pilih Dapil Neraka Lawan Puan, Kejar Legitimasi atau Sensasi?

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:37

Kapitra Ampera Labeli Febrie Adriansyah Maling Gede

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:14

ICW Dapat Bocoran Timses Prabowo-Gibran Sodok Posisi Gantikan Ketua Ombudsman RI

Minggu, 26 Juli 2026 | 21:50

Selengkapnya