Berita

Pengunjung memadati mall di wilayah Jakarta Pusat (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Keyakinan Konsumen terhadap Ekonomi RI Meningkat di Oktober

SENIN, 10 NOVEMBER 2025 | 10:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keyakinan masyarakat Indonesia terhadap kondisi ekonomi nasional kembali melonjak tajam pada Oktober 2025. Hasil Survei Konsumen terbaru dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan adanya rebound optimisme, menempatkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada posisi 121,2. 

Angka IKK ini jauh lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, September 2025, yang berada di level 115,0. Berada di atas 100, IKK mengindikasikan bahwa konsumen sangat yakin dan percaya diri melihat prospek perekonomian nasional.

Peningkatan optimisme ini didorong oleh membaiknya persepsi masyarakat terhadap kedua komponen utama pembentuk IKK. 


Pertama, Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) mengalami kenaikan yang signifikan, dari 102,7 pada September menjadi 109,1 pada Oktober. Kenaikan ini mencerminkan persepsi masyarakat yang membaik terhadap kondisi riil seperti penghasilan yang diterima dan ketersediaan lapangan kerja saat ini. 

Kedua, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) juga menunjukkan peningkatan kuat, melompat dari 127,2 menjadi 133,4. Kenaikan pada IEK menandakan bahwa harapan dan optimisme masyarakat terhadap prospek kondisi ekonomi untuk enam bulan ke depan meningkat drastis.

Secara keseluruhan, kuatnya rebound IKK ini mengirimkan sinyal positif bahwa konsumsi rumah tangga, sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi, diprediksi akan semakin kuat dan menjadi pendorong aktivitas ekonomi yang berkelanjutan di kuartal IV tahun 2025.

Laporan BI juga mencatat pergeseran perilaku keuangan rumah tangga. Rata-rata proporsi pendapatan yang digunakan untuk konsumsi (average propensity to consume atau APC Ratio) pada Oktober sedikit menurun menjadi 74,7 persen, dari 75,1 persen di bulan September.

Sebaliknya, proporsi pendapatan yang disimpan (saving to income ratio) justru meningkat menjadi 14,3 persen dari 13,7 persen. Sementara itu, porsi untuk pembayaran cicilan atau utang (debt to income ratio) terpantau stabil di level 11,0 persen. 

Perubahan ini mengindikasikan bahwa meskipun optimisme melonjak, masyarakat juga menunjukkan sedikit peningkatan kehati-hatian dalam mengelola pendapatan, dengan preferensi menabung yang lebih tinggi.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya