Berita

Zohran Mamdani (Foto: AFP)

Dunia

Kewarganegaraan Zohran Mamdani Digugat Politisi Republik

SENIN, 10 NOVEMBER 2025 | 10:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah politikus Partai Republik mendesak agar kewarganegaraan Amerika Serikat milik Zohran Mamdani dicabut, tak lama setelah ia terpilih menjadi Wali Kota New York City. 

Mamdani, yang menjadi wali kota Muslim dan keturunan Asia Selatan pertama di kota itu, dituduh berbohong dalam proses naturalisasi serta memiliki pandangan komunis dan teroris. Tuduhan itu sendiri sejauh ini tak didukung bukti apa pun.

Presiden Donald Trump sebelumnya sudah mengancam akan menahan dana federal untuk New York jika Mamdani menang. Kini, beberapa anggota Partai Republik di Kongres, seperti Andy Ogles dan Randy Fine, meminta Jaksa Agung AS menyelidiki asal-usul kewarganegaraan Mamdani dan membuka proses pencabutannya.


“Jika Mamdani berbohong dalam dokumen naturalisasinya, dia tidak berhak menjadi warga negara, apalagi menjadi wali kota,” kata Ogles dalam pernyataan resminya, dikutip dari Al-Jazeera, Senin 10 November 2025.

Namun, pemeriksaan fact-checker independen PolitiFact tidak menemukan bukti bahwa Mamdani pernah memberikan keterangan palsu. Ia lahir di Uganda, pindah ke Amerika Serikat sejak usia tujuh tahun, dan resmi menjadi warga negara pada 2018. Para ahli hukum menyebut tuduhan terhadapnya lemah secara hukum.

“Denaturalisasi adalah langkah ekstrem yang hanya bisa dilakukan jika pemerintah membuktikan ada kebohongan material yang disengaja,” ujar Jeremy McKinney, pengacara imigrasi terkemuka. “Saya belum melihat bukti kredibel bahwa Mamdani tidak memenuhi syarat ketika mengambil sumpah kewarganegaraan," ujarnya.

Partai Republik menuding Mamdani menyembunyikan afiliasinya dengan Partai Sosialis Demokrat Amerika (DSA) saat mengajukan kewarganegaraan. Mereka menyebut DSA sebagai organisasi komunis. Namun, para ahli menegaskan DSA bukan partai komunis dan keanggotaan di dalamnya bukan alasan untuk menolak kewarganegaraan.

Kelompok advokasi Muslim CAIR (Council on American-Islamic Relations) menilai upaya pencabutan kewarganegaraan itu bermotif rasis dan Islamofobia. Mamdani sendiri menyebut serangan terhadapnya sebagai cerminan dari meningkatnya sentimen anti-Muslim di politik Amerika.

“Saya pikir Islamofobia sudah menjadi hal yang endemik di politik negara ini,” kata Mamdani dalam wawancara dengan MSNBC.

Para pakar hukum menilai peluang pencabutan kewarganegaraan Mamdani sangat kecil. Proses denaturalisasi di AS jarang terjadi dan biasanya hanya untuk kasus berat, seperti kejahatan perang atau terorisme. Namun, para pengamat mengingatkan bahwa meningkatnya dorongan politik seperti ini bisa menimbulkan efek menakutkan bagi warga imigran lain di Amerika.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

TNI Terima Penyerahan 75 Senjata Peninggalan Konflik Sosial Maluku

Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:17

MPSI Dorong Badan Khusus Tangani Pengungsi Internal Papua

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:50

KDMP: Dari Dukungan Negara Menuju Kemandirian Anggota

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:25

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Dugaan Keabsahan Ijazah

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:50

Berpengalaman di Bidang Reserse, Irjen Dadang Didapuk jadi Kapolda Metro

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:20

Ketika Karbon Menjadi Komoditas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:43

Miliki Segudang Pengalaman, Tugas Berat Kini Menanti Herimen sebagai Kabaharkam

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:28

Laporan Keuangan Danantara Ditargetkan Rampung Oktober

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:04

Kapolri Baru Harus Usut Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Mauk Sepatan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:33

Polisi Didesak Ungkap Kasus Pemecahan Kaca Mobil Jurnalis di Depok

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:13

Selengkapnya