Berita

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Hongaris Victor Orban (Foto: ABC News)

Dunia

Trump Beri Hongaria Pengecualian Sanksi Energi Rusia

MINGGU, 09 NOVEMBER 2025 | 13:38 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban mengumumkan bahwa negaranya telah memperoleh pengecualian dari sanksi Amerika Serikat terhadap energi Rusia. 

Hal itu ia ungkap usai bertemu dengan Presiden Donald Trump di Gedung Putih, Washington, seperti dikutip dari Euro News, Minggu, 9 November 2025. 

Dalam pertemuan tersebut, Trump menyetujui pemberian izin khusus yang memungkinkan Hongaria tetap mengimpor minyak dan gas dari Rusia tanpa terkena sanksi yang diberlakukan oleh pemerintahan AS. 


“Kami meminta presiden untuk mencabut sanksi. Kami sepakat dan presiden memutuskan, dan beliau mengatakan bahwa sanksi tidak akan diterapkan pada kedua jalur pipa ini," ujar Orban. 

Orban menyebut keputusan Trump itu sebagai langkah penting untuk menjamin stabilitas energi negaranya. 

“Akses ke energi Rusia adalah isu vital bagi Hongaria yang terkurung daratan. Tanpa pasokan ini, rakyat kami akan menanggung beban ekonomi yang sangat berat,” tegasnya.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Hongaria juga akan membeli gas alam cair (LNG) dari Amerika Serikat senilai sekitar 600 juta dolar AS, serta menjalin kerja sama baru dalam bidang energi nuklir. 

“Kami akan membeli bahan bakar nuklir dari Westinghouse untuk reaktor Paks, namun kerja sama dengan pemasok Rusia juga tetap berjalan,” kata Orban.

Menurut pernyataan resmi Gedung Putih, pengecualian tersebut akan berlaku selama satu tahun untuk memberi waktu bagi Hongaria menyusun strategi diversifikasi energi. 

Seorang pejabat AS yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, kebijakan ini merupakan “tindakan sementara dan bersyarat” hingga Budapest menunjukkan upaya nyata mengurangi ketergantungan pada pasokan energi dari Moskow.

Kesepakatan ini datang di tengah tekanan dari Uni Eropa dan sejumlah senator AS yang mendesak Budapest untuk segera menghentikan ketergantungannya pada energi Rusia. 

Sebuah resolusi bipartisan di Senat AS bahkan menyerukan agar Hongaria patuh pada rencana Uni Eropa yang menargetkan penghentian total impor energi Rusia pada 2027.

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

UPDATE

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp7.309 Triliun pada Kuartal IV-2025, Naik Rp69 Triliun

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:12

Perdamaian Masih Impian

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:06

Ini Penjelasan DPR Soal Kembalinya Ahmad Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:54

Bahlil Dorong Kemandirian Energi Lewat Revitalisasi Sumur Tua

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:50

DPR Tegaskan Tak Ada Usulan Revisi UU KPK yang Diklaim Jokowi

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:43

Prabowo Yakinkan Pebisnis AS, RI Kompetitif dan Terbuka untuk Investasi

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:40

Meski Sahroni Kembali, Satu Kursi Pimpinan Komisi III DPR Masih Kosong

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:32

Kolaborasi Indonesia-Arab Saudi: Misi Besar Menyukseskan Haji 2026

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:27

Prabowo Saksikan Penandatanganan 11 MoU Rp649 Trilun di Forum Bisnis US-ABC

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:18

Paripurna DPR Setujui Kesimpulan Komisi III soal Pemilihan Hakim Konstitusi Adies Kadir

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:16

Selengkapnya