Berita

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror. (Foto: Humas Polri)

Presisi

Densus 88 dan Puslabfor Berjibaku Usut Motif Ledakan di SMAN 72

MINGGU, 09 NOVEMBER 2025 | 00:34 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri mulai melakukan penyelidikan dan analisis mendalam usai ledakan yang melukai puluhan orang di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Jumat, 7 November 2025.

Apalagi, terduga pelaku merupakan salah satu siswa yang bersekolah di sana yang menjadi korban perundungan dari teman-temannya.

Penyelidikan dimulai dengan mengumpulkan barang bukti yang ada dan kemudian akan dianalisis.


"Ada analisa terhadap motif dan jaringan yang dilaksanakan oleh Densus. Satuan kerja ini masih bekerja dari Densus, Puslabfor Mabes Polri, Gegana juga mencocokkan hasil temuan di lapangan baik dugaan bom ini berasal dari serbuk apa nanti akan dijelaskan oleh Gegana," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Sabtu, 8 November 2025.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menyebutkan ada sejumlah barang bukti yang dikumpulkan oleh penyidik pasca ledakan di SMAN 72.

“Ada tulisan, kemudian ada barang bukti serbuk yang diperkirakan bisa menimbulkan potensi terjadinya ledakan, catatan-catatan lain kita kumpulkan,” ujar Kapolri kepada wartawan di Jakarta.

Untuk mencocokan barang bukti yang berhasil ditemukan dengan peristiwa yang terjadi, penyidik akan menelusuri aktivitas digital dan latar belakang terduga pelaku.

“Termasuk juga kita melakukan pemeriksaan terhadap media sosial, lingkungan keluarga, untuk mengumpulkan semuanya. Nanti secara khusus setelah lengkap, tentunya akan dirilis secara resmi,” tegas Sigit.

Pascakejadian penyidik juga telah melakukan penggeledahan rumah terduga pelaku di kawasan Cilincing, Jakarta Utara.


Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Kultus “Benda-benda Suci” di Eropa Abad Pertengahan

Minggu, 15 Maret 2026 | 06:16

Lulusan IPDN Disiapkan Wujudkan Standar Pelayanan Minimal di Daerah

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:59

Roy Suryo Cs Dilarang Ladeni Rismon Beradu Argumentasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:32

Abdul Malik bin Marwan, Revolusi Birokrasi yang Mengubah Sejarah Islam

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:23

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Trump Berbaju Fir’aun

Minggu, 15 Maret 2026 | 04:31

Enam Bulan Purbaya, Rupiah Melemah tiap Bulan

Minggu, 15 Maret 2026 | 04:08

Pendekatan Teman Sebaya Efektif Cegah Bullying di Sekolah

Minggu, 15 Maret 2026 | 04:02

Rismon Menelan seluruh Omongannya Tanpa Ada Terkecuali

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:21

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Selengkapnya