Berita

Mantan Presiden Soeharto. (Foto: Istimewa)

Politik

FSP BUMN Bersatu: Bukan Saja Layak, Soeharto Pantas Bergelar Pahlawan Nasional

SABTU, 08 NOVEMBER 2025 | 21:41 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Mantan Presiden Soeharto tidak saja layak mendapat gelar sebagai Jenderal Besar, namun juga layak dan pantas mendapat gelar Pahlawan Nasional.

Begitu dikatakan Ketua Harian FSP BUMN Bersatu Djusman Hi Umar menanggapi pro kontra usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto.

Mantan Presiden Soeharto bukan saja sebagai seorang prajurit yang mulai dikenal luas saat Serangan 1 Maret, tetapi ia juga tak ada cacatnya sebagai prajurit.


Diuraikan Djusman, seperti peristiwa serangan Umum 1 Maret 1949 terhadap Kota Yogyakarta secara terkoordinasi yang direncanakan dan dipersiapkan oleh jajaran tertinggi militer di wilayah Divisi III/GM III dengan mengikutsertakan beberapa pucuk pimpinan Pemerintah sipil setempat berdasarkan instruksi dari Panglima Besar Sudirman. 

Kemudian pada tahun 1962, Soeharto naik menjadi Panglima Komando Mandala dalam operasi pembebasan Irian Barat. Peran penting Soeharto di berbagai pergerakan militer membuktikan pengaruh kuat dalam kemerdekaan. 

“Cara pandang sejarah terhadap Soeharto ini tidak bisa hitam putih. Sebagai pahlawan nasional, tidak bisa mengabaikan fakta sejarah. Tapi tidak bisa juga mengabaikan kontribusinya dalam kemerdekaan," kata Djusman dalam keterangan tertulis, Sabtu 8 November 2025.

Menurutnya, bukan hanya sebatas sebagai prajurit, tapi Soeharto juga berjasa di bidang pembangunan ekonomi yang sudah banyak dirasakan oleh rakyat Indonesia.

Seperti Program transmigrasi di era Soeharto dianggap sukses karena mencapai puncak implementasinya dan memindahkan jutaan orang dari Jawa, Bali, dan Lombok ke wilayah lain dengan menyediakan fasilitas dasar seperti rumah, sekolah, puskesmas, lahan, dan jalan. 

"Program ini bertujuan untuk pemerataan pembangunan, integrasi nasional, dan menciptakan pusat-pusat pertanian baru," tuturnya.

"Dengan catatan itu, jelas mantan Presiden Suharto berkontribusi secara nyata sebagai pemimpin atau pejuang, serta tidak pernah mengkhianati negara dan bangsa Indonesia," tandasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ini Pemicu Perubahan Sikap Jokowi ke Prabowo

Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:15

Prancis Membara, Demonstran Bakar Gedung Pemerintah hingga Jarah Toko

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:57

OMC di Sumsel Turunkan Polusi Asap dari Kategori Berbahaya

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:40

Kopdes Buka Peluang Kerja dan Usaha bagi Generasi Muda

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:32

Gerindra Pilih Redam Polemik Gibran

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:21

Dua Tahun Rezim Prabowo-Gibran: Double-Track Menuju Swasembada Energi

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:55

Ketum BPP HIPMI Ajak Pelaku Usaha Tetap Optimistis di Tengah Gejolak Pasar

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:23

Seorang Peserta ITB Ultra Marathon 2026 Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:47

Desa dalam Otonomi Terpasung

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:21

Operasi Badai Kasuari Sukses Rampas Kembali Persenjataan OPM

Minggu, 18 Oktober 2026 | 04:59

Selengkapnya