Berita

Ajang Nusantara Food Summit 2025, Jakarta (Dokumen Perempuan Tani HKTI)

Nusantara

28 Juta Perempuan Desa Jadi Kunci Kemandirian Pangan Indonesia

SABTU, 08 NOVEMBER 2025 | 20:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebanyak 28,3 juta perempuan yang tinggal di pedesaan dinilai memiliki peran strategis dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional. Hal ini disampaikan Ketua Umum Perempuan Tani HKTI, Dian Novita Susanto, dalam ajang Nusantara Food Summit 2025 di Jakarta.

Dalam sesi bertema “Agro-Livestockpreneur: Masa Depan Kemandirian Pangan Indonesia”, Dian tampil bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, Rektor IPB University Prof. Arif Satria, serta perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Agribisnis.

"Perempuan bukan hanya pelaku, tetapi juga penggerak utama ketahanan pangan masa depan,” ujar Dian Novita, dikutip redaksi Sabtu 8 November 2025. .


Ia menjelaskan, sebagian besar perempuan desa terlibat langsung dalam produksi dan distribusi pangan. Namun, mereka masih menghadapi kendala struktural seperti keterbatasan akses terhadap lahan, teknologi, dan pembiayaan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Perempuan Tani HKTI mengembangkan model pemberdayaan “Agro-Livestockpreneur” yang menekankan inklusivitas, adaptivitas, dan keberlanjutan. Pendekatan ini diwujudkan melalui strategi PENTA-A yang mencakup lima langkah utama. 

“Kami mulai dari Awareness untuk membangun kesadaran gender, Access untuk memperluas akses sumber daya, Ability untuk memperkuat kapasitas, Alliance guna memperkuat kemitraan lintas sektor, dan Added Value untuk menciptakan nilai tambah ramah lingkungan,” terang Dian.

Menurut Dian, konsep ini sejalan dengan semangat Food Security 2.0, yang menekankan integrasi antara produksi, pengolahan, dan pemasaran berbasis keadilan sosial serta pemberdayaan perempuan.

Dalam forum tersebut, para pembicara sepakat bahwa kolaborasi triple helix, antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha menjadi fondasi utama bagi sistem pangan yang tangguh dan mandiri.

“Kemandirian pangan tidak akan tercapai tanpa keadilan akses dan partisipasi aktif perempuan di semua level,” tambah Dian.

Perempuan Tani HKTI berharap, melalui pendekatan kolaboratif ini, akan lahir lebih banyak agro-livestockpreneur perempuan yang inovatif, berdaya saing tinggi, dan menjadi pilar utama ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya