Berita

Ilustrasi

Politik

Program Tiga Juta Rumah Dongkrak Kepuasan terhadap Kinerja Presiden Prabowo

SABTU, 08 NOVEMBER 2025 | 19:41 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Evaluasi publik terhadap program Tiga Juta Rumah, yang digagas Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, membawa dampak besar terhadap tingginya tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. 

Program tersebut terbukti menjadi salah satu pendorong utama naiknya kepuasan publik terhadap kinerja Presiden dalam survei terbaru Indikator Politik Indonesia.

Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan, dari kelompok yang mengetahui program tersebut, mayoritas atau 51,8 persen menyatakan puas/sangat puas. Secara rinci, 46,3 persen merasa cukup puas dan 5,5 persen merasa sangat puas. 


“Yang lebih krusial, Program Tiga Juta Rumah terbukti memiliki korelasi kuat dengan kepuasan kinerja Presiden,” ujar Peneliti Utama Indikator Hendro Prasetyo, saat menyampaikan hasil survei bertajuk "Evaluasi Publik Atas Kinerja Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran" secara virtual, Sabtu 8 November 2025.

Dari temuan Indikator, sebanyak 81,0 persen dari responden yang tahu program ini merasa puas/sangat puas terhadap kinerja Presiden.

Ada juga 87,1 persen dari responden yang puas terhadap program ini juga menyatakan puas/sangat puas terhadap kinerja Presiden.

Survei Indikator dilakukan secara tatap muka, dalam rentang 20-27 Oktober 2025, menempatkan 1.220 responden dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya