Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Ekspor China Merosot Tertekan Sanksi AS

SABTU, 08 NOVEMBER 2025 | 13:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ekspor China kembali melemah pada Oktober, menandai penurunan pertama sejak Maret 2024. Penurunan ini terjadi di tengah ketidakpastian yang meningkat akibat sengketa tarif dengan Amerika Serikat (AS) serta tekanan ekonomi global yang makin berat.

Dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu 8 November 2025, data resmi Bea Cukai China yang baru dirilis menunjukkan  ekspor turun 1,1 persen dibanding tahun lalu menjadi 305,3 miliar Dolar AS. Sebaliknya, impor naik 1 persen menjadi 215,2 miliar dolar AS, menghasilkan surplus perdagangan sebesar 90,07 miliar dolar.

Kinerja ini berbalik dari bulan September yang sempat kuat, ekspor naik 8,3 persen dan impor meningkat 7,4 persen, karena banyak perusahaan mempercepat pesanan sebelum kemungkinan kenaikan tarif dari AS.


Ekspor China ke AS anjlok tajam pada Oktober, turun 25,2 persen dibanding tahun sebelumnya. Ini melanjutkan tren negatif beberapa bulan terakhir: turun 21,7 persen pada Juli, 33,1 persen pada Agustus, dan 27 persen pada September.

Ketegangan meningkat setelah Beijing membatasi ekspor rare earth (unsur tanah jarang), bahan penting yang dikuasai China dalam rantai pasokan global. Sebagai balasan, Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif baru 100 persen untuk barang-barang asal China mulai 1 November, serta melarang ekspor perangkat lunak penting ke negara itu.

Meski Trump dan Presiden Xi Jinping sempat bertemu di Busan, Korea Selatan pada 30 Oktober dan menunjukkan sikap positif di depan publik, keduanya belum mencapai kesepakatan dalam isu ekonomi utama yang menjadi sumber ketegangan.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya