Berita

Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay (RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Komisi VII DPR Minta Pemerintah Evaluasi Penyaluran KUR Akhir Tahun 2025

SABTU, 08 NOVEMBER 2025 | 11:57 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi VII DPR RI meminta pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjelang akhir tahun 2025. Evaluasi ini bertujuan memastikan program modal usaha tersebut benar-benar menjangkau penerima baru yang membutuhkan.

Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menyoroti adanya laporan bahwa KUR seringkali diberikan berulang kali kepada nasabah lama yang sudah lancar membayar. Hal ini bertentangan dengan target pemerintah untuk menambah 2,5 juta penerima baru.

“Banyak aspirasi yang disampaikan bahwa yang menerima KUR biasanya sering berulang. Tidak jarang malah jumlah pinjamannya dinaikkan. Itu diberikan kepada orang-orang tertentu yang dinilai lancar dan bagus dalam membayar cicilan,” ujar Saleh kepada wartawan di Jakarta, Sabtu, 8 November 2025.


Menurut Saleh, jika target 2,5 juta penerima tercapai, dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat. Program KUR menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan pelaku usaha kecil dan menengah. Namun demikian, ia mengakui bahwa distribusi dan penyaluran KUR bukan perkara mudah. Ada sejumlah persyaratan administratif yang harus dipenuhi calon penerima, termasuk kelengkapan proposal dan business plan.

“Masalahnya, para pengusaha UMKM ini tidak semua bisa memperbaiki dan menyesuaikan sesuai dengan apa yang diminta,” tuturnya.

Ia menegaskan, Kementerian UMKM harus berperan. "Perlu sosialisasi dan pembinaan. Bahkan jika perlu ikut membantu memperbaiki dan menyempurnakan kekurangan yang ada,” imbuh Saleh.

Dari data Kemenko Bidang Perekonomian, target penyaluran KUR tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp300 triliun. Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai jumlah realisasi yang sudah tersalurkan. Sebagai perbandingan, pada tahun 2024 total KUR yang disalurkan mencapai Rp280,28 triliun, naik 7,8 persen dari target sebelumnya.

“Kalau ada dananya, masyarakat pasti bisa menyerap. Tinggal dibuat seleksi yang adil. Semua orang dibuka aksesnya untuk mendapatkan,” kata Saleh.

Wakil Ketua Umum DPP PAN itu menekankan bahwa UMKM merupakan urat nadi perekonomian bangsa. Karena itu, pemerintah harus serius dalam penanganannya, terutama dalam hal penyediaan modal usaha.

“Keberpihakan pemerintah pada rakyat kecil dapat dirasakan melalui KUR ini. Ekonomi yang ditumbuhkan dari bidang ini sangat besar. Ada banyak lapangan pekerjaan yang tumbuh jika usaha mereka berhasil. Harus diseriusi dan diawasi dengan baik,” pungkasnya.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

UPDATE

Sidang Praperadilan Yaqut Cholil Qoumas Dikawal Puluhan Banser

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:13

Pramono Setop Izin Baru Lapangan Padel di Zona Perumahan

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:08

Komisi II DPR Dorong Partisipasi Publik dalam Penyusunan RUU Pemilu

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:07

Usulan Masyarakat Patungan MBG Dinilai Problematis

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:03

CELIOS Surati Presiden, Minta Perjanjian Tarif Indonesia-AS Dibatalkan

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:03

Tewasnya El Mencho Disebut-sebut Bagian dari Operasi Senyap Trump Basmi Kartel Meksiko

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:56

Ribuan Buruh Bakal Kepung DPR Tuntut Pembatalan Impor Pickup 4x4

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:49

Emas Antam Loncat Rp40 Ribu Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:44

Gubernur Lemhannas: Potensi Konflik Global Bisa Picu Perang Dunia Ketiga

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:39

KSPI Tuduh Perusahaan Gunakan Modus “Dirumahkan” via WhatsApp untuk Hindari THR

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:28

Selengkapnya