Berita

Ilustasi (Foto: Artificial Intelligence)

Dunia

Israel dan AS Tuduh Iran Rencanakan Pembunuhan Dubes Israel di Meksiko

SABTU, 08 NOVEMBER 2025 | 08:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Amerika Serikat dan Israel mengeluarkan tuduhan serius bahwa Iran telah merencanakan pembunuhan terhadap Duta Besar Israel untuk Meksiko, Einat Kranz-Neiger. Menurut laporan, upaya ini berhasil digagalkan oleh aparat keamanan Meksiko.

Seorang pejabat AS mengatakan, rencana operasi pembunuhan ini sudah disusun sejak akhir tahun 2024. Pelakunya diduga adalah Pasukan Quds, unit elit dari Garda Revolusi Iran. Rencana ini melibatkan upaya untuk merekrut agen dari Kedutaan Besar Iran di Venezuela, negara yang dikenal dekat dengan Teheran.

Tuduhan ini ditegaskan oleh seorang pejabat AS yang menyatakan bahwa rencana tersebut merupakan "bagian dari sejarah panjang aksi Iran yang menargetkan diplomat dan pembangkang di seluruh dunia."


Kementerian Luar Negeri Israel menyampaikan apresiasi resminya kepada Meksiko atas keberhasilan ini. 

"Kami berterima kasih kepada aparat keamanan Meksiko yang telah menghentikan jaringan teroris yang dipimpin Iran," demikian pernyataan mereka, dikutip dari The Guardian, Sabtu 8 November 2025.

Dugaan rencana pembunuhan ini muncul di tengah tingginya ketegangan antara kedua negara, yang dimulai sejak April 2024. Saat itu, Israel menyerang kompleks kedutaan Iran di Damaskus, yang menewaskan sejumlah pejabat Garda Revolusi. Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan meluncurkan rudal dan drone ke Israel, yang diikuti dengan serangan balasan dari Tel Aviv setahun kemudian.

Meksiko, yang menjadi lokasi dugaan upaya pembunuhan ini, diketahui mengambil posisi netral terhadap konflik yang terjadi di Gaza. Meskipun mempertahankan hubungan diplomatik, Meksiko juga mendukung adanya penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran perang yang dilakukan Israel.

Hingga saat ini, baik pemerintah Iran maupun pemerintah Meksiko belum memberikan komentar resmi terkait tuduhan yang dilontarkan oleh AS dan Israel ini.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya