Berita

Ketua KNPI Kecamatan Sukadiri Irfan Maulana dan Ketua KNPI Kecamatan Kronjo Muhammad Rofiqi. (Foto: Dokumentasi KNPI Tangerang)

Nusantara

Aktivis Pantura Tangerang Ajak Warga Tolak Aksi di Tugu Mauk

SABTU, 08 NOVEMBER 2025 | 01:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Sejumlah aktivis wilayah Pantura Kabupaten Tangerang mengecam upaya provokasi dan ujaran kebencian yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas berbalut aksi oleh kelompok Koalisi Rakyat Banten di tugu Mauk pada Senin, 10 November 2025 mendatang.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Sukadiri, Irfan Maulana menegaskan bahwa aksi atau unjuk rasa oleh sekelompok massa diduga kuat terdapat kepentingan gelap yang coba menghalangi kemajuan di wilayah Pantura Kabupaten Tangerang dan Banten.

"Saya menduga unjuk rasa yang akan dilakukan itu ajang provokasi dan ujaran kebencian. Kepentingan gelap yaitu tidak lain mencoba menghalangi kemajuan yang ada di wilayah Pantura Kabupaten Tangerang khususnya dan Provinsi Banten pada umumnya," ucap Irfan Maulana dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat, 7 November 2025.


Mantan Sekretaris Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Tangerang ini pun mengaku bahwa kelompok tersebut merupakan orang-orang sakit hati dan masuk kategori sakit jiwa.

"Orang-orang yang di kelompok itu saya duga sakit hati karena kepentingannya tidak diakomodir dan kalah dalam persidangan, jadi mengarah kepada kategori sakit jiwa. Yang namanya berjuang itu secara sistematis dan holistik untuk kemajuan dan kesejahteraan. Faktanya, wilayah Pantura Kabupaten Tangerang sedang mengarah pada proses kemajuan menuju kesejahteraan kok," tegasnya.

"seluruh elemen masyarakat sangat mendukung adanya pihak pengembang dan pemerintah daerah untuk kemajuan infrastruktur dan membuka akses lapangan kerja," tambah Irfan.

Senada, Ketua KNPI Kecamatan Kronjo Muhammad Rofiqi mengecam tindakan provokasi oleh kelompok yang mengatasnamakan Koalisi Rakyat Banten. 

Sebagai generasi penerus di wilayah Pantura Kabupaten Tangerang merasa dilecehkan wilayahnya. Karena sudah menciptakan kegaduhan di tengah-tengah ketentraman dan proses kemajuan di kawasan Pantura.

"Kelompok itu sudah sangat menganggu membuat gaduh, provokasi sampai ujaran kebencian diwilayah Pantura Kabupaten Tangerang," ujar Rofiqi kepada wartawan.

Rofiqi mengajak kepada seluruh elemen masyarakat Pantura Kabupaten Tangerang untuk tidak termakan isu yang dilakukan oleh kelompok pemecah belah.

"Sebagai generasi penerus, saya meminta kepada semua elemen masyarakat Pantura Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten untuk tidak ikut serta upaya provokasi berbalut unjuk rasa tersebut," imbuh Rofiqi.

Rofiqi menegaskan kepada pihak penegak hukum untuk segera melakukan tindakan tegas terhadap seseorang atau kelompok yang jelas-jelas menghasut dan menciptakan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya