Berita

Ketua Umum PP Himmah, Abdul Razak Nasution. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Ekspor Ilegal CPO, PP Himmah Desak Rekening Pejabat Bea Cukai Diperiksa

JUMAT, 07 NOVEMBER 2025 | 21:04 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP Himmah) menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas keberhasilan membongkar skandal ekspor ilegal turunan minyak sawit mentah (CPO) sebanyak 87 kontainer milik PT MSS di Pelabuhan Tanjung Priok pada Kamis, 6 November 2025.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PP Himmah, Abdul Razak Nasution merespons langkah Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara bersama Polri dan Ditjen Bea dan Cukai yang mengungkap dugaan pelanggaran ekspor turunan CPO seberat 1.802 ton senilai Rp 28,7 miliar.
 
"Kasus ini membuktikan kinerja baik Kapolri dan jajaran. Kami sangat mengapresiasi keseriusan Kapolri dalam membongkar praktik kotor mafia impor," kata Razak kepada RMOL, Jumat, 7 November 2025.
 

 
Razak menilai, temuan tersebut sebagai langkah awal Polri dalam mengusut dan membongkar konspirasi jahat mafia ekspor-impor di pelabuhan-pelabuhan besar di seluruh Indonesia.

Razak meyakini masih banyak pengusaha nakal yang menjalankan bisnisnya tanpa tersentuh hukum.

"Kami menduga pasti ada 'orang dalam' atau oknum yang membekingi," tegas Razak.
 
Menurutnya, persoalan itu bukan hanya tentang penegakan hukum, tetapi juga tentang penyelamatan kebocoran pendapatan negara, kerusakan pasar, ancaman terhadap industri lokal, dan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat.
 
"Banyaknya barang yang masuk dan keluar tanpa pemeriksaan fisik yang ketat membuktikan adanya kejahatan terstruktur, terencana, dan masif demi keuntungan pribadi atau kelompok," terang Razak.
 
Untuk itu, Razak berharap Polri menjadikan kasus tersebut sebagai pintu masuk untuk mengusut tuntas skandal mafia ekspor-impor di Indonesia.

"Polri harus mengembangkan kasus ini, mengusut aktor intelektualnya, dan melakukan audit investigatif, forensik, serta fisik," pintanya.
 
Selain itu, PP Himmah juga mendorong Polri bekerja sama dengan KPK dan PPATK untuk mengusut aliran dana dari kasus ekspor ilegal turunan CPO yang merugikan negara.
 
"Mafia pelabuhan ekspor-impor harus ditangkap dan ditindak tegas agar memberikan efek jera. Bapak Presiden Prabowo Subianto sudah menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah dengan para mafia," terang Razak.
 
Razak juga mendesak pihak berwenang untuk memeriksa harta kekayaan pejabat Bea Cukai yang diduga ikut menikmati aliran dana dari para mafia ekspor-impor.

"Periksa seluruh rekening pejabat Bea Cukai. Kami curiga ada permainan di balik semua ini," pungkas Razak.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya