Berita

Wakil Ketua MPR RI Dr. H. Hidayat Nur Wahid, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Syura MPDI. (Foto: Dok MPDI)

Nusantara

MPDI Perkuat Sinergi Pesantren Wujudkan Indonesia Maju

JUMAT, 07 NOVEMBER 2025 | 16:54 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) 2025 di Kampoeng Wisata Gowes Serua, Depok, Jawa Barat, pada 6-8 November 2025. 

Mengusung tema “Sinergi Pesantren untuk Penguatan Dakwah dan Kemandirian Menuju Indonesia Maju,” kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran pesantren dalam menjawab tantangan dakwah dan kemandirian ekonomi umat di era modern.

Ketua Umum MPDI, KH. Ayi Abdul Rosyid mengatakan Mukernas MPDI 2025 dimaknai sebagai ruang strategis untuk memperkuat sinergi antarpesantren di seluruh Indonesia dalam menghadapi dinamika dakwah dan pembangunan bangsa. 


"Pesantren memiliki potensi besar sebagai pusat transformasi sosial, ekonomi, dan moral yang mampu berkontribusi terhadap kemandirian umat. Melalui semangat kolaboratif ini, MPDI berkomitmen untuk menjadikan pesantren sebagai pilar penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berkarakter, dan berkeadaban,” katanya lewat keterangan resminya, Jumat, 7 November 2025. 

Mukernas 2025 diselenggarakan oleh Pengurus Pusat MPDI dan dihadiri oleh Wakil Ketua MPR RI Dr. H. Hidayat Nur Wahid, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Syura MPDI. 

Kegiatan ini turut diikuti oleh jajaran Pengurus Pusat MPDI, para pimpinan pesantren anggota MPDI, serta perwakilan dari 25 Pengurus Wilayah (PW) yang tersebar di seluruh Indonesia. Saat ini, MPDI memiliki total keanggotaan mencapai 94.968 jiwa, yang terhimpun dari 193 pesantren anggota aktif.

Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan pentingnya jaringan pesantren, lembaga pendidikan, dan ulama. Dunia pesantren sejak lama sudah berkomitmen untuk perjuangan keumatan dan kebangsaan melalui jejaring yang mereka jalin untuk menghadirkan kekuatan aliansi kyai dan santri seperti yang terjadi saat kelahiran Resolusi Jihad 22 Oktober 1945. 

“Kehadiran MPDI adalah upaya untuk melanjutkan segala kebaikan yang sudah dihadirkan oleh jaringan para ulama, kyai, dan pesantren. MPDI  juga hadir sebagai pengingat bagi para pesantren dan para pemimpinnya, bahwa mereka tidak berjuang sendiri, melainkan saling berkolaborasi dan bersinergi untuk kemajuan pesantren,” jelasnya.

Menurut HNW, sangat penting bagi pesantren di lingkungan MPDI untuk berorientasi kepada kemajuan dan keunggulan. 
Orientasi kepada kemajuan dan keunggulan ini juga penting mengingat dunia saat ini sudah sangat terbuka.

“Keunggulan MPDI akan berkontribusi kepada masyarakat sekaligus membuktikan bahwa dakwah kita bukan hanya rahmatan lil alamin, tetapi juga rahmatan lil indonesiyin atau rahmat bagi seluruh bangsa Indonesia,” pungkasnya. 

Selain pelantikan pengurus dan sidang pleno, Mukernas MPDI 2025 juga dimeriahkan dengan penyelenggaraan Perkemahan Pesantren Nasional (PERPESNAS) V MPDI yang diikuti oleh 5.350 santri dari 100 pesantren di Indonesia. 

Sinergi yang dibangun MPDI tidak hanya dengan para pesantren anggotanya saja. Dalam Mukernas 2025 ini, MPDI juga menjalin kerja sama dan kolaborasi yang ditandai dengan penandatanganan MoU bersama sejumlah lembaga seperti Yakesma sebagai Amil Zakat Nasional, BSI Maslahat, Koperasi Aman Mart, Kementerian Koperasi RI, serta Badan Gizi Nasional (BGN).

Melalui Mukernas 2025, MPDI menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam membangun Indonesia melalui sinergi dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi pesantren. MPDI berharap hasil Mukernas ini dapat melahirkan arah strategis baru yang memperkuat jaringan pesantren di seluruh tanah air, sejalan dengan visi Indonesia Maju.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Pemerintah Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rabu, 02 September 2026 | 12:22

Anggaran Kementerian LH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp2,57 Triliun

Rabu, 02 September 2026 | 12:16

Film Animasi Terlaris China All Wishes Come True Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Rabu, 02 September 2026 | 11:56

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 11:53

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 11:49

Siaga 98 Minta RUU Perampasan Aset Fokus pada Perampasan Tanpa Pemidanaan

Rabu, 02 September 2026 | 11:38

Prabowo Tiba di Vladivostok, Penuhi Undangan Putin Hadiri EEF ke-11

Rabu, 02 September 2026 | 11:24

Komdigi Usul Tambahan Rp3,23 Triliun, DPR Ingatkan Ini

Rabu, 02 September 2026 | 11:19

Mending Persoalkan Kasus Judol Ketimbang Ribut Pernyataan Budi Arie

Rabu, 02 September 2026 | 11:17

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

Rabu, 02 September 2026 | 10:58

Selengkapnya