Berita

Menteri HAM Natalius Pigai dan Dubes Sudan untuk RI Yassir Mohammed Ali (Foto: Dokumen Pribadi)

Global

Dubes Sudan dan Menteri Natalius Pigai Bahas Pelanggaran HAM oleh RSF

JUMAT, 07 NOVEMBER 2025 | 13:28 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Duta Besar Sudan untuk Indonesia, Yassir Mohammed Ali menggelar pertemuan dengan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai di kantor Kementerian HAM, Jakarta, Jumat, 7 November 2025. 

Dalam pertemuan itu, keduanya membahas situasi kemanusiaan dan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh kelompok Rapid Support Forces (RSF) di Sudan.

Dubes Yassir menyampaikan kepada Menteri Pigai tentang kondisi terkini di negaranya, termasuk berbagai pelanggaran HAM berat yang dilakukan oleh RSF terhadap rakyat sipil. 


“Saya memberi penjelasan singkat tentang pelanggaran HAM di Sudan yang dilakukan oleh RSF untuk pasukan pendukung yang melakukan kejahatan mengerikan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa konflik di Sudan tidak terlepas dari campur tangan kekuatan asing yang memiliki kepentingan politik di kawasan. 

“RSF didukung oleh beberapa kekuatan regional dan internasional. Ini sebenarnya adalah rencana oleh mantan penjajah untuk membubarkan Sudan dan HAM dilanggar secara serius,” tegasnya.

Menurut Dubes, isu HAM sering digunakan sebagai dalih untuk intervensi politik. Karena itu, ia menilai penting untuk mengembalikan makna sejati dari perjuangan hak asasi manusia. 

“HAM adalah untuk HAM rakyat, bukan untuk digunakan sebagai kendaraan untuk campur tangan secara politik,” ujar Dubes.

Dalam kesempatan itu, Dubes Yassir juga menyampaikan apresiasinya terhadap posisi Indonesia yang konsisten mendukung kedaulatan Sudan di forum internasional. 

“Syukurlah sekarang Indonesia memiliki posisi yang sangat kuat dengan Sudan,” tuturnya.

Ia berharap kerja sama antara kedua negara dapat diperluas setelah perang di Sudan berakhir. 

“Kami berharap untuk meningkatkan hubungan kami setelah perang berakhir Indonesia akan menjadi insya Allah mitra utama dengan Sudan untuk pop proyek rekonstruksi Indonesia akan menjadi mitra strategis Sudan untuk ketahanan pangan,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya