Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Asia Dibuka Melemah Dibayangi Kekhawatiran Valuasi Saham AI

JUMAT, 07 NOVEMBER 2025 | 10:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Asia dibuka melemah pada perdagangan Jumat 7 November 2025, melanjutkan tren penurunan yang terjadi pada penutupan bursa utama Eropa dan Wall Street.

Sentimen negatif global terutama didorong oleh kekhawatiran yang terus berlanjut terhadap valuasi tinggi saham-saham Kecerdasan Buatan (AI). Kekhawatiran valuasi yang berlebihan ini menyebabkan saham-saham perusahaan teknologi AI utama di Amerika Serikat mengalami penurunan signifikan dan menekan pasar secara keseluruhan.

Sejumlah saham raksasa teknologi seperti Nvidia, Microsoft, Palantir Technologies, Broadcom, dan Advanced Micro Devices dilaporkan mengalami kejatuhan terbesar.


Di kawasan Asia, investor bersikap hati-hati sambil menantikan rilis data perdagangan China untuk bulan Oktober yang dijadwalkan hari ini. Data ini diperkirakan menunjukkan perlambatan signifikan:

Survei ekonom Reuters memperkirakan ekspor China melambat tajam menjadi 3 persen (yoy), turun drastis dari lonjakan 8,3 persen pada September. Impor juga diperkirakan menurun menjadi 3,2 persen, dari posisi 7,4 persen sebelumnya.

Kondisi pelemahan perdagangan ini terjadi di tengah permintaan domestik China yang masih lemah, dipicu oleh krisis sektor properti, meningkatnya ketidakpastian lapangan kerja, dan stimulus konsumsi yang belum optimal.

Indeks-indeks acuan di Asia kompak melemah saat pembukaan perdagangan. Nikkei 225 Jepang  anjlok 1,38 persen,  tergelincir 1,46 persen ke level 50.140,08. Kospi Korea Selatan juga anjlok 0,46 persen atau 0,64 persen ke level ke 4.000,63.  ASX 200 Australia, melemah 0,2 persen atau 0,11 persen ke level di 8.818,80. 

Khusus di Jepang, saham-saham terkait AI seperti SoftBank, Advantest, Renesas Electronics, dan Tokyo Electron dibuka berjatuhan, mengikuti tren di Wall Street. SoftBank terjungkal hampir 8 persen. 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak mixed hari ini, dibayangi aksi ambil untung profit taking menjelang akhir pekan. Meskipun IHSG sempat mencatat rekor tertinggi baru di 8.362 pada sesi sebelumnya, indeks ditutup menguat 0,22 persen di posisi 8.337. 

Pelemahan terlihat pada ETF saham Indonesia, iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO), di New York Stock Exchange yang melorot 0,75 persen.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Tom Holland dan Zendaya Bakal Rehat Setelah Spider-Man Brand New Day

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:52

IAW: Ada Dugaan Intervensi Kasus Dedi Congor

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:51

Sidang Perdana Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:42

Prabowo Tinjau Deretan Inovasi BRIN, dari Air Minum Darurat hingga Teknologi Nuklir

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:35

Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Pemasok Senpi di Yayasan Sekolah Jaksel

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:28

Partisipasi Bermakna di Black Box Regulasi Kesehatan

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:15

Amplop Berisi 14 Ribu Dolar Singapura Memang Dikembalikan, tapi Isinya Berkurang

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:02

Prabowo Tekankan Pentingnya Sains dan Teknologi bagi Masa Depan Bangsa

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:54

Isu Pergantian Kapolri Bisa Merugikan Presiden jika Tidak Hati-Hati

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:53

Food Station Masih Andalkan Laba Bersih dari PSO

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:30

Selengkapnya