Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Alifia Dwi Ramandhita)

Publika

Purbaya, Suara Tenang di Tengah Riuh

JUMAT, 07 NOVEMBER 2025 | 04:16 WIB

DI tengah politik yang semakin bising dengan klaim dan sorak-sorai kemenangan, suara jernih sering tenggelam. Semua orang ingin bicara, sedikit yang mau mendengar. 

Namun kadang, satu sikap tenang justru berbicara lebih keras dari ribuan kata. Purbaya Yudhi Sadewa memilih jalan itu -- tidak dengan teriakan, tidak dengan panggung, tapi dengan diam yang penuh makna.

Belakangan publik ramai memperbincangkan soal utang Whoosh. Angka-angka besar beterbangan di layar berita, istilah ekonomi jadi bahan debat, sementara rakyat kecil hanya bisa menatap layar sambil bertanya-tanya: siapa yang nanti akan membayar semua ini? 


Di tengah hiruk-pikuk itu, nama Purbaya muncul, bukan karena ia ikut menambah kebisingan, tapi karena ia justru menepi dari sorotan.

Banyak yang mengira itu bentuk menghindar. Tapi bagi sebagian orang yang masih percaya bahwa sikap juga bisa menjadi pernyataan. Ketidakhadirannya di podium justru jadi pesan paling jujur. 

Purbaya seolah ingin mengatakan, tidak semua kehadiran harus ditunjukkan, apalagi jika rakyat sedang menahan napas di tengah beban ekonomi yang makin berat. Diamnya menjadi tanda hormat kepada kesadaran publik, kepada perasaan banyak orang yang mulai lelah melihat pesta di tengah krisis.

Kadang, diam justru lebih jujur daripada pidato panjang yang dibuat untuk memoles citra. Karena tidak semua yang ramai adalah kebenaran. 

Di masa ketika politik telah berubah menjadi arena penampilan, langkah sederhana seperti itu justru terasa langka. Banyak pejabat lebih sibuk menjaga elektabilitas ketimbang menjaga rasa malu. Survei menjadi kompas, bukan lagi nurani.

Namun Purbaya memilih arah yang berbeda. Ia tahu, politik seharusnya tentang keberanian menjaga kejujuran, bukan tentang siapa yang paling sering tampil di layar. 

Ia tidak ingin menari di atas penderitaan rakyat, tidak ingin menambah simbol palsu di tengah rakyat yang sedang menanggung beban utang. Ia mungkin tidak populer karenanya, tapi ia tetap teguh menjaga martabatnya sebagai pelayan publik.

Elektabilitas mungkin menurun, tapi sejarah tak pernah mengingat angka. Sejarah hanya mencatat sikap. Dan dalam politik yang kehilangan rasa, sikap seperti itulah yang paling bernilai. 

Purbaya tidak sedang melawan siapa pun. Ia hanya berusaha menjaga agar akal sehat tetap punya tempat di republik ini. Ia mungkin hanya satu di antara banyak suara, tapi dalam gelombang kebisingan yang menenggelamkan nurani, satu suara tenang bisa jadi kompas bagi rakyat yang masih percaya bahwa negeri ini belum sepenuhnya gelap.

Mungkin Purbaya tidak akan viral. Tapi ketika rakyat mulai bosan dengan drama politik yang penuh kepura-puraan, nama-nama seperti dirinya akan kembali dicari. Karena di balik diamnya, ada keberanian. 

Di balik ketenangannya, ada rasa hormat pada rakyat. Dan di balik satu sikap yang sederhana itu, tersisa keyakinan bahwa integritas belum benar-benar hilang dari republik ini.

Agung Nugroho
Direktur Jakarta Institute

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya