Berita

Gedung Mikrosoft (Foto: Pixabay)

Bisnis

Microsoft Minta Maaf Telah Sesatkan 2,7 Juta Pelanggan

KAMIS, 06 NOVEMBER 2025 | 14:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Microsoft Australia menyampaikan permintaan maaf kepada jutaan pelanggannya setelah Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC) menggugat perusahaan itu atas dugaan praktik menyesatkan terkait harga dan pilihan langganan Office 365.

Kasus ini bermula ketika ACCC menuduh Microsoft tidak memberi informasi jelas soal pilihan paket Office 365 versi klasik, yang sebenarnya lebih murah dan tidak mencakup fitur kecerdasan buatan (AI) Copilot. Akibatnya, sekitar 2,7 juta warga Australia diduga diarahkan untuk membeli paket yang lebih mahal tanpa sadar ada alternatif lain.

Ketua ACCC, Gina Cass-Gottlieb, mengatakan Microsoft telah menghilangkan kesempatan bagi pelanggannya untuk membuat keputusan yang tepat.


“Kami yakin banyak pelanggan akan memilih paket klasik jika tahu semua opsi yang tersedia,” ujarnya, dikutip dari 9News, Kamis 6 November 2025.

Microsoft kini menghadapi gugatan di pengadilan federal dan terancam denda hingga 50 juta Dolar Australia (sekitar Rp520 miliar). ACCC juga menuntut adanya ganti rugi bagi pelanggan yang dirugikan.

Dalam pernyataannya kepada media lokal, Microsoft mengakui kesalahan dan berjanji akan memperbaikinya.

“Kalau dipikir-pikir lagi, kami seharusnya lebih jelas tentang ketersediaan paket yang tidak mendukung AI. Kami mohon maaf karena gagal memenuhi standar kami,” tulis juru bicara Microsoft.

Perusahaan juga mengumumkan mulai mengirim email kepada pelanggan di Australia untuk menjelaskan pilihan paket yang tersedia, termasuk opsi berlangganan lebih murah tanpa Copilot. Mereka menawarkan pengembalian dana bagi pelanggan yang memenuhi syarat dan ingin beralih.

Microsoft menegaskan bahwa mereka telah beroperasi di Australia selama lebih dari 40 tahun dan akan belajar dari kejadian ini untuk memperbaiki kepercayaan pelanggan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya