Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Respon Menkeu Purbaya Soal Ekonomi Melambat: Mesin Pertumbuhan akan Terus Didorong

KAMIS, 06 NOVEMBER 2025 | 14:18 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan perekonomian Indonesia masih berada di jalur yang tepat meski pertumbuhan kuartal III-2025 tercatat hanya 5,04 persen secara tahunan (yoy). 

Menurutnya, permintaan domestik yang solid, ekspor yang tetap kuat, investasi yang tangguh, serta belanja pemerintah yang optimal menjadi motor daya tahan ekonomi.

“Realisasi triwulan III menunjukkan APBN dikelola secara efektif, diperkuat koordinasi kebijakan moneter dan sektor keuangan. APBN menjaga daya beli masyarakat dan mendukung dunia usaha agar lebih berdaya saing, terutama secara global,” kata Purbaya pada Kamis, 6 November 2025.


Ia juga menyoroti peran fiskal melalui penempatan kas negara Rp200 triliun untuk memastikan likuiditas terjaga, ditambah dukungan debottlenecking agar realisasi investasi meningkat berkelanjutan.

Menurut Purbaya, pemerintah mengakselerasi belanja di triwulan IV melalui stimulus Rp34,2 triliun dan delapan program akselerasi senilai Rp15,7 triliun. Peran Danantara juga diklaim bakal mendorong investasi dan ekspor bernilai tambah tinggi. Selain itu, Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) terus bekerja memperlancar hambatan iklim usaha.

Secara spasial, seluruh wilayah masih mencatatkan pertumbuhan positif. Sulawesi memimpin dengan pertumbuhan 5,84 persen, ditopang ekspansi hilirisasi mineral. Jawa menyusul dengan 5,17 persen berkat penguatan sektor manufaktur dan jasa.

Sumatera dan Kalimantan juga tumbuh kuat masing-masing 4,90 persen dan 4,70 persen. Bali-Nusa Tenggara tumbuh 4,71 persen didorong pemulihan pariwisata. Sementara Maluku-Papua tumbuh moderat 2,68 persen.

Purbaya menyebut momentum pertumbuhan turut menciptakan 1,9 juta lapangan kerja. Pengangguran turun menjadi 7,46 juta orang per Agustus 2025, meski sedikit lebih tinggi dibanding Februari karena faktor musim panen dan lonjakan angkatan kerja baru saat kelulusan sekolah.

Sektor pertanian menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, mencapai 0,49 juta orang, disusul manufaktur 0,30 juta orang dan perdagangan 0,12 juta orang.

“Ke depan, mesin pertumbuhan akan terus didorong agar berjalan lebih cepat. Kebijakan fiskal, sektor keuangan, dan iklim investasi yang sehat akan terus disinergikan untuk menciptakan pertumbuhan tinggi yang stabil dan dapat menciptakan pemerataan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan,“ tandasnya. 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya