Berita

Peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 62 Tana Toraja, Sulawesi Selatan. (Foto: Kemensos)

Politik

Kemensos, ITB, dan BRIN Bangun Budaya Literasi di Sekolah Rakyat Tana Toraja

KAMIS, 06 NOVEMBER 2025 | 09:03 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kementerian Sosial menggandeng Tim Ekspedisi Patriot Institut Teknologi Bandung (ITB), serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi mengembangkan budaya literasi di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 62 Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Koordinator Program Pengabdian Masyarakat Tim Ekspedisi Patriot ITB Tana Toraja, Jaka Ramdani, menyebut kolaborasi ini bertujuan menjadikan Sekolah Rakyat sebagai tempat tumbuhnya budaya membaca dan belajar. 

"Bersama guru, wali asuh, wali asrama, dan pekerja sosial, kami membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan agar anak-anak terus berkembang,” kata Jaka Ramdani, di SRT 62 Tana Toraja, Selasa, 4 November 2025.


Dia menyebut bahwa kolaborasi bersama Kemensos dan Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah BRIN serta Gramedia ini sebagai bentuk nyata dukungan para peneliti terhadap pelaksanaan Sekolah Rakyat di Tana Toraja.

Kegiatan ini juga bagian dari program "Kita Membaca" yaitu gerakan literasi mendorong anak-anak untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. 

Program Kita Membaca menggunakan pendekatan partisipatif melalui kegiatan Sebaya Membaca, di mana siswa yang lebih lancar membaca membantu teman-temannya yang belum lancar membaca. 

Metode ini menumbuhkan empati, kerja sama, dan rasa percaya diri. Guru dan pengasuh turut mendampingi agar kegiatan literasi menjadi rutinitas yang menyenangkan di kelas maupun asrama.

Dengan demikian, melalui kegiatan Sebaya Membaca, kegiatan literasi akan terus berlanjut melalui dukungan Sumber Daya Manusia di Sekolah Rakyat itu sendiri.

Dalam kesempatan ini, tim juga menyerahkan dukungan berupa 400 buku dan empat rak baca ke SRT 62 Tana Toraja. Buku-buku ini ditempatkan di asrama putra dan putri untuk memperkaya bahan bacaan sekaligus menciptakan suasana belajar inspiratif dan menyenangkan.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh perwakilan tim kepada Wakil Kepala Sekolah Rifa’i Ichsanudin, disaksikan guru, wali asrama, serta siswa. 

Di tempat yang sama, Kepala SRT 62 Tana Toraja, Margarita Lestari Betteng Ranteallo, menyampaikan kolaborasi ini membawa perubahan positif di lingkungan sekolah.

"Dukungan literasi ini memotivasi anak-anak rajin membaca dan berdiskusi. Kini asrama menjadi tempat yang hidup dengan aktivitas belajar setiap hari,” ujarnya.

Margarita menambahkan, kegiatan literasi ini bukan hanya memperkaya pengetahuan siswa, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab dan semangat kebersamaan.

“Kami berharap budaya membaca yang tumbuh di sekolah ini bisa menjadi pondasi bagi anak-anak untuk meraih cita-cita. Buku bukan sekadar bahan bacaan, tetapi jendela bagi mereka melihat dunia yang lebih luas,” tambahnya.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 62 Tana Toraja saat ini menampung 75 siswa dari keluarga kurang mampu. Sekolah ini menjadi rumah kedua bagi anak-anak untuk belajar, tumbuh, dan membangun masa depan yang lebih baik.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya