Berita

Menko PMK, Pratiknon dan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 5 November 2025 (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Fokus Entaskan Kemiskinan Lewat Pendidikan Vokasi dan Sekolah Terpadu

RABU, 05 NOVEMBER 2025 | 21:19 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pendidikan menjadi kunci utama dalam upaya pemerintah memutus mata rantai kemiskinan di Indonesia. 

Hal itu disampaikan oleh Menurut Menko PMK, Pratikno usai menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 5 November 2025. 

Dikatakan bahwa Presiden RI telah memberikan arahan agar memfokuskan penguatan pendidikan vokasional dan pembangunan sekolah terpadu di tingkat kecamatan.  


Menurutnya kebijakan itu ditujukan untuk memastikan lulusan pendidikan nasional memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.

 “Pendidikan vokasional akan menjadi prioritas utama di sektor ini. Jadi bagaimana kita mematchingkan antara supply side di sektor pendidikan dengan demand side di sektor tenaga kerja, baik itu tenaga kerja di dalam negeri, maupun tenaga kerja di luar negeri,” ujarnya kepada awak media usai rapat.  

Selain itu, Pratikno menyebut Kepala Negara juga ingin agar pendidikan vokasi tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga memperkuat kapasitas bahasa asing dan pemahaman lintas budaya untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.  

Prabowo menugaskan jajarannya untuk merancang konsep sekolah terpadu di tiap kecamatan guna menjadi pusat pendidikan holistik yang menggabungkan jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK dalam satu kawasan dengan fasilitas lengkap.

Pratikno menambahkan, pembangunan sekolah terpadu tidak seluruhnya dilakukan dari nol, melainkan sebagian besar merupakan hasil transformasi dari sekolah-sekolah yang sudah ada, mengikuti model Sekolah Unggul Garuda yang telah berjalan. 

“Nantinya ada dua, satu utamanya adalah mengkonversi dari sekolah yang ada, seperti skema Sekolah Unggul Garuda. Di Sekolah Unggul Garuda tidak semuanya baru, ada sebagian yang merupakan transformasi dari sekolah existing. Demikian juga yang terintegrasi,” pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya