Berita

Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) XI tahun 2025.(Foto: Istimewa)

Olahraga

Pertina Tolak Organisasi Abal-abal di Popnas Jakarta

RABU, 05 NOVEMBER 2025 | 05:32 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVII 2025 di Jakarta diwarnai skandal boikot pertandingan oleh penyelenggara, setelah Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) bersama 30 dari 33 provinsi menolak keterlibatan organisasi tandingan yang disebut abal-abal.

Pertina menilai organisasi baru yang akan dilibatkan tidak memiliki kompetensi, legalitas, maupun pengalaman, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan atlet di atas ring.

"Mereka (organisasi baru) belum punya kapasitas, namun sudah dipaksa menjadi wasit di ajang sekelas Popnas. Ini adalah tindakan membahayakan nyawa dan nasib para atlet kami di atas ring," kata Wail Ketua Umum Pertina Shelly Selowati HS melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu 5 November 2025.


Pertina yang telah berdiri selama lebih dari enam dekade menegaskan tidak akan mempertaruhkan keselamatan dan masa depan atlet hanya demi kepentingan segelintir pihak.

Mereka menilai penyelenggara Popnas telah mengorbankan keamanan atlet demi memberi ruang bagi organisasi tandingan tersebut.

Pertina dan mayoritas provinsi menolak intrik politik dan ambisi pribadi yang berusaha merusak pondasi dan sejarah panjang olahraga tinju di Tanah Air. 

Pertina dan mayoritas provinsi bersatu siap melawan setiap upaya pembegalan yang mengancam prestasi dan keselamatan atlet.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya