Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Minyak Dunia Stabil Setelah OPEC+ Hentikan Rencana Kenaikan

SELASA, 04 NOVEMBER 2025 | 09:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia bergerak tipis pada Selasa pagi, 4 November 2025, setelah pasar mempertimbangkan keputusan OPEC+ untuk menghentikan sementara rencana kenaikan produksi pada kuartal pertama tahun depan. 

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent turun 9 sen atau 0,1 persen menjadi 64,80 Dolar AS per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 10 sen atau 0,2 persen menjadi 60,95 Dolar AS per barel.

OPEC+, yang merupakan gabungan negara-negara pengekspor minyak dan sekutunya, pada Minggu lalu sepakat untuk sedikit menaikkan produksi pada Desember, namun menunda peningkatan lebih lanjut hingga kuartal pertama 2026.


Sejak April, kelompok tersebut telah meningkatkan target produksi sekitar 2,9 juta barel per hari, atau sekitar 2,7 persen dari pasokan minyak dunia, namun sejak Oktober laju kenaikan itu diperlambat karena munculnya prediksi kelebihan pasokan.

Namun, beberapa perusahaan energi besar di Eropa menolak pandangan tersebut. Mereka menilai permintaan minyak justru akan meningkat sementara produksi cenderung menurun. Wakil Menteri Energi AS, James Danly, juga menyatakan ia tidak yakin akan terjadi kelebihan pasokan minyak pada 2026.

Keputusan OPEC+ untuk menahan produksi ini disebut muncul setelah Rusia meminta jeda karena kesulitan meningkatkan ekspor akibat sanksi Barat, menurut empat sumber dari internal OPEC+.

Dalam catatan analisnya, Bank of America menilai langkah OPEC+ ini menunjukkan kesadaran akan risiko kelebihan pasokan, namun juga sinyal bahwa kelompok tersebut tidak ingin harga minyak jatuh terlalu dalam.

“Hal ini menunjukkan OPEC+ tidak ingin harga turun di bawah $50 per barel. Potensi stabilisasi harga ini bisa dilihat positif oleh investor,” tulis Bank of America.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya