Berita

Ilustasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Pasar Eropa Menguat Didorong Kebangkitan Sektor Otomotif

SELASA, 04 NOVEMBER 2025 | 07:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Eropa menguat pada penutupan perdagangan Senin 3 November 2025 waktu setempat dipimpin oleh lonjakan saham otomotif. 

Saham otomotif memimpin reli, dengan Renault, Mercedes-Benz, dan Volkswagen melejit antara 1,9 persen hingga 2,3 persen setelah kabar bahwa Gedung Putih akan segera mengumumkan kelanjutan pengiriman produk Nexperia--pabrikan asal Belanda--dari China. 

Sebelumnya, sektor otomotif Eropa mencatat dua bulan berturut-turut penurunan hingga Oktober.


Dikutip dari Reuters, indeks pan-Eropa STOXX 600 naik 0,07 persen atau 0,39 poin menjadi 572,28. Sementara bursa regional utama berakhir variatif. Di Jerman, Indeks DAX menguat 0,73 persen atau 174,11 poin menjadi 24.132,41. FTSE 100 Inggris melemah 0,16 persen atau 15,88 poin ke posisi 9.701,37. CAC Prancis menyusut 0,14 persen atau 11,28 poin menjadi 8.109,79.

Pemerintah Belanda baru-baru ini mengambil alih kendali atas Nexperia, perusahaan yang dimiliki Wingtech Technology asal China. Langkah tersebut memicu Beijing untuk menahan ekspor produk Nexperia, sehingga menyebabkan gangguan rantai pasok bagi produsen mobil global.

Saham teknologi Eropa juga menguat 0,6 persen, sementara sektor travel dan leisure melesat 1,7 persen ditopang lonjakan saham Ryanair.

Saham Ryanair melonjak 3,9 persen setelah memperkirakan tarif tiket dapat sepenuhnya pulih dari penurunan 7 persen tahun lalu. Sebaliknya, saham Campari jatuh 2,4 persen setelah otoritas pajak Italia menyita saham senilai 1,5 miliar Dolar AS dari perusahaan induk di Luksemburg yang mengendalikan grup minuman tersebut karena dugaan penggelapan pajak.

Saham pertambangan merosot 1,5 persen dengan Anglo American dan Rio Tinto masing-masing anjlok lebih dari 2 persen.

Saham Siemens Energy mencatat rekor tertinggi dan melambung 2,5 persen setelah Morgan Stanley menaikkan target harga sahamnya berkat prospek jangka menengah yang lebih baik.

GTT, perusahaan spesialis sistem penyimpanan LNG asal Prancis, juga mencapai rekor baru dan meroket 8,7 persen setelah menaikkan proyeksi pendapatan dan laba tahunannya.

Pekan lalu, bursa Eropa sempat melemah akibat pernyataan bernada hawkish dari Federal Reserve dan belum adanya tanda-tanda pelonggaran dari Bank Sentral Eropa (ECB). Namun, mencairnya ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China membantu STOXX 600 mencatat kenaikan bulanan keempat berturut-turut pada Oktober. 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya