Berita

Tangkapan layar video Anggota DPR berjoget saat Sidang Tahunan DPR/MPR/DPR 18 Agustus 2025. (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Politik

Kriminolog: Penggalan Video DPR Joget Dibuat untuk Ciptakan Perasaan Ketidakadilan

SENIN, 03 NOVEMBER 2025 | 17:54 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Penggalan video anggota DPR berjoget saat sidang tahunan diduga sengaja disebarluaskan sosial untuk menciptakan emosi masyarakat.

"Video-video yang beredar memang sengaja dibuat untuk menciptakan dan memperkuat perasaan ketidakadilan ini," ujar ahli kriminologi Adrianus Meliala saat dihadirkan sebagai saksi sidang MKD DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 3 November 2025.

Penggalan video tersebut kemudian menuai beragam respons masyarakat. Ada yang hanya berhenti pada perasaan namun ada pula  yang melampiaskannya dengan berbagai cara.


"Ada juga yang melanjutkannya ke dalam tindakan kerusuhan atau penjarahan," jelasnya.

Adrianus tak menampik penggalan video yang tersebar cukup provokatif dan bisa menciptakan rasa ketidakadilan di tengah masyarakat. Kondisi inilah yang menjadi salah satu pemicu publik melakukan demo besar-besaran di sejumlah titik di Tanah Air beberapa waktu lalu.

"Kondisi ini membutuhkan pemicu atau triggering. Ajakan-ajakan seperti 'kumpul di sini', 'bakar Monas', atau 'serang Mabes Polri' itulah yang saya sebut sebagai trigger atau faktor pencetus," lanjut Adrianus menjelaskan.

Ketua MKD DPR, Nazaruddin Dek Gam menyebut pemeriksaan pendahuluan ini digelar dalam rangka mencari titik terang terkait rangkaian peristiwa 15 Agustus sampai 3 September 2025 hingga memicu penonaktifan lima anggota DPR.

"Ada lima anggota DPR yang dinyatakan nonaktif oleh partai masing-masing, yaitu Adies Kadir, Nafa Urbach, Surya Utama, Eko Hendro Purnomo, dan Ahmad Sahroni," kata Dek Gam.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya