Berita

Andrew Mountbatten Windsor (Foto: Associated Press)

Dunia

Pemerintah Inggris Cabut Gelar Militer Andrew setelah Disingkirkan Buckingham

SENIN, 03 NOVEMBER 2025 | 09:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Inggris memutuskan untuk mencabut gelar militer terakhir Andrew Mountbatten Windsor, setelah Raja Charles III mencopot seluruh gelar kerajaan untuknya.

Menteri Pertahanan John Healey mengonfirmasi kepada BBC bahwa mantan pangeran yang dulu dikenal sebagai Pangeran Andrew itu akan dicopot dari jabatannya sebagai wakil laksamana kehormatan, gelar militer terakhir yang masih ia miliki. 

“Pemerintah mengikuti arahan dan keputusan Raja. Di bidang pertahanan, kami juga menyesuaikan langkah yang sama. Atas arahan Raja, kami kini sedang berupaya menghapus gelar terakhir yang tersisa," kata Healey, dikutip dari 9News, Senin 3 November 2025.


Andrew sebelumnya menerima gelar wakil laksamana kehormatan pada 2015 dan sudah melepaskan gelar-gelar militernya yang lain pada 2022. Ia pernah bertugas lebih dari 20 tahun di Angkatan Laut Kerajaan Inggris dan ikut dalam Perang Falklands 1982 sebagai pilot helikopter. Medali yang diperolehnya selama masa tugas tidak akan dicabut.

Menurut Healey, keputusan ini disambut positif oleh pihak militer. “Ini langkah yang tepat. Para anggota militer sangat menghormati komitmen mereka kepada Raja, dan mereka bangga ketika anggota kerajaan bergabung dengan satuan mereka. Karena itu, keputusan ini sesuai dengan arahan Raja dan kami sedang menindaklanjutinya,” ujarnya.

Langkah pemerintah ini menyusul keputusan Raja pekan lalu yang mencabut gelar Pangeran dan Adipati York dari Andrew, serta mengeluarkannya dari lingkaran resmi keluarga kerajaan.

Tindakan itu diambil setelah terungkap lebih banyak informasi mengenai hubungannya dengan finansier yang telah dipermalukan sekaligus pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. Terungkap pula bahwa Andrew masih mempertahankan kontak dengan Epstein lebih lama dari yang sebelumnya diketahui publik.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya