Berita

PM Kanada, Mark Carney dan Presiden AS Donald Trump (Foto: Reuters)

Dunia

PM Kanada Minta Maaf ke Trump soal Iklan Anti-Tarif

MINGGU, 02 NOVEMBER 2025 | 11:21 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney kembali menjadi sorotan setelah muncul kontroversi soal iklan anti-tarif yang menggunakan kutipan mantan Presiden Ronald Reagan. 

Iklan tersebut memicu ketegangan diplomatik hingga Trump menangguhkan pembicaraan dagang dengan Kanada.  

Perdana Menteri Carney mengaku telah meminta maaf secara langsung kepada Presiden Trump atas penayangan iklan itu. 


“Saya sudah meminta maaf kepada Presiden,” kata Carney kepada wartawan di sela-sela KTT APEC di Korea Selatan, seperti dikutip dari BBC, Minggu, 2 November 2025. 

Iklan yang dibiayai oleh pemerintah provinsi Ontario itu menampilkan potongan pidato Reagan tahun 1987 yang menentang kebijakan tarif. 

Dalam pidatonya, Reagan menekankan bahwa hambatan perdagangan semacam ini merugikan setiap pekerja dan konsumen Amerika.

Carney menegaskan bahwa penayangan iklan tersebut bukan keputusan yang ia setujui. 

“Itu bukan sesuatu yang akan saya lakukan. Presiden Trump merasa tersinggung, dan saya memahami alasannya,” ujarnya. 

Menurutnya, Perdana Menteri Ontario Doug Ford sempat menunjukkan cuplikan iklan itu sebelum ditayangkan, dan Carney telah menasihatinya untuk tidak melanjutkan.  

Meski begitu, Ford tetap menayangkan iklan tersebut saat dua pertandingan pertama World Series antara Toronto Blue Jays dan Los Angeles Dodgers berlangsung. 

Ia bahkan mengklaim bahwa iklan itu telah ditonton lebih dari satu miliar kali dan mendapat perhatian hingga ke Inggris dan India.  

Akibat iklan tersebut, sempat terjadi pertengkaran keras antara utusan Amerika Serikat Pete Hoekstra dan perwakilan perdagangan Ontario, David Paterson. Ford menyebut komentar Hoekstra sangat tidak pantas dan menuntut agar ia meminta maaf.  

Sementara itu, Trump menilai tindakan Carney tetap tidak tepat meski sudah ada permintaan maaf. 

“Kami punya hubungan yang sangat baik, tapi apa yang dia lakukan itu salah,” kata Trump pada Jumat, 31 Oktober 2025.

Presiden AS itu juga menuduh Kanada berupaya memengaruhi kasus di Mahkamah Agung AS yang sedang meninjau legalitas kebijakan tarifnya terhadap puluhan negara, termasuk Kanada.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya