Berita

Pengamat politik Rocky Gerung. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Rocky Gerung Sebut Prabowo Dikelilingi Orang-orang APS

MINGGU, 02 NOVEMBER 2025 | 03:53 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pengamat politik Rocky Gerung menilai bahwa Presiden Prabowo Subianto saat ini dikelilingi orang-orang yang bersikap pragmatis.

“Nah, selama ada hierarki yang sifatnya feodal atau sifatnya komunal di sekitar Presiden Prabowo, maka dia nggak akan dapat satu perspektif yang tajam kan,” tegas Rocky dikutip dalam kanal YouTube pribadinya, Sabtu malam, 1 November 2025. 

“Kan semua orang di sekitar Pak Prabowo mungkin menganggap gue berdebat dengan Pak Prabowo udah pasti kalah, mending supply data yang asal, apa sekarang APS, (singkatan) asal Prabowo senang. Kan ini yang mulai terbaca,” tambah Rocky.


Akademisi yang dikenal kritis ini mulanya mengapresiasi Prabowo yang mencatat semua kritik dalam podcast yang ditontonnya. 

“Presiden Prabowo cukup dikenal sebagai seorang yang ingin menganalisis secara mendalam, perspektif intelektualnya sangat kuat. Kemampuan dia berpikir logis sangat kuat, tapi lingkungan di sekitar presiden tidak memungkinkan,” jelasnya.

Dengan adanya podcast-podcast yang kritis, lanjut dia, Prabowo mendapatkan suatu perspektif yang jernih soal kondisi masyarakat.   

“Tapi pertanyaan berikutnya, dengan siapa dia mengulas itu, supaya bisa berakibat pada kebijakan, bisa mempengaruhi sidang-sidang kabinet yang kadang kala asal bunyi, sekadar data diucapkan tapi realitasnya nggak begitu,” pungkasnya. 

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengaku dongkol saat menonton podcast, tapi ia merasa tidak masalah dengan itu. Prabowo menilai kritikan dan analisis itu merupakan bagian dari demokrasi. 

“Saya kalau malam-malam suka buka podcast-podcast. Kadang-kadang dongkol juga ya. Apa ini? Tapi saya catat,” kata Prabowo saat pidato di acara pemusnahan barang bukti narkoba di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Rabu, 29 Oktober 2025.  


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DJP Blokir Rekening 57 Penunggak Pajak, Nilainya Tembus Rp80 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:08

Rakernas Haji Bahas Dua PR Besar: Kesehatan Jemaah dan Layanan Mina

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:58

MUI: LGBT dan Koruptor Itu Pelanggar HAM Berat!

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:51

Komisi XIII DPR Dukung Prabowo Terbitkan Perpres Tata Kelola Koperasi Merah Putih

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:32

Kondisi Korban Penyekapan Mau Print Membaik, Namun Trauma Masih Membekas

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:13

Komisi XIII DPR Soroti Dugaan Tambang Tanpa AMDAL: Ini Negara Apa?

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:57

Harga Emas Antam Terbang Rp19.000 di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Rp2,67 Juta

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:35

IHSG Sepekan Melemah, Nilai Transaksi Anjlok Hampir 36 Persen

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:33

Skema Modal BPR Lebih Fleksibel, OJK Tegaskan Sanksi bagi Pelanggar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:57

Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Terpadu Tangani Kasus Penyekapan Karyawan Mau Print

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:42

Selengkapnya